oleh

Bawang Merah  Penyumbang Ekspor Terbesar

BrebesDetakpos-Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi  mengikuti panen raya bawang merah di salah satu sentra penghasil bawang merah di Desa Banjaranyar, Kec./Kab. Brebes, Jawa Tengah, belum lama ini.

Berdasarkan rekomendasi pemupukan berimbang Petrokimia Gresik, produktivitas tanaman bawang merah mencapai 12 ton/ha.

Rahmad Pribadi mengatakan, bawang merah adalah komoditas terbesar nasional untuk jenis tanaman sayur dan menjadi salah satu komoditas penyumbang neraca ekspor.

“Untuk menjaga produktivitas dan bahkan meningkatkan hasil panennya diperlukan suplai pupuk yang berkualitas dan teknik pemupukan yang tepat,” ujar Rahmad Pribadi.

Rekomendasi pupuk Petrokimia Gresik untuk tanaman bawang merah di brebes, antara lain ZA (400 kg/ha), NPK (800 kg/ha), dan pupuk organik (2.000 kg/ha). Sedangkan kebiasaan petani setempat menggunakan Urea (200 kg/ha), ZA (100 kg/ha), SP-36 (100 kg/ha), NPK subsidi (300 kg/ha), NPK komersial (100 kg/ha), dan pupuk organik (500 kg/ha).

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Oktober 2019, rata-rata produktivitas bawang merah mencapai 9,59 ton/ha. Artinya pupuk rekomendasi Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas sebesar 2,41 ton/ton.

“Rekomendasi ini merupakan inovasi Petrokimia Gresik dalam membantu petani bawang merah meningkatkan produktivitas,” ujar Rahmad Pribadi.

Data BPS menyebutkan, bawang merah merupakan tanaman sayuran dengan produktivitas terbesar, yaitu 1,5 juta ton/tahun dari luas lahan 156.779. Sedangkan, luas lahan bawang merah di Desa Banjaranyar 56 ha. Dalam setahun, petani setempat dapat menanam bawang merah dua kali.

“Kami berharap rekomendasi pemupukan ini dapat diduplikasi oleh petani bawang merah lainnya,” ujar Rahmad Pribadi.(d/5).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini