oleh

Buka Kran Impor, Mendag Dituding Bunyikan Lonceng Kematian Petani

Jakarta-Detakpos–Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo kecewa terhadap kebijakan pemerintah, khususnya Menteri Perdagangan Enggarstiato Lukito yang membuka impor bahan kebutuhan pokok seperti beras, garam, daging hingga jagung.

Menurutnya, Menteri perdagangan (Mendag) sama dengan membunyikan “lonceng kematian” untuk petani. Karena, kebijakan impor itu merupakan bagian dari akrobat kebijakan politik Mendag menjelang pemilu yang tanpa melihat bagaimana sakit hati rakyat, khususnya petani.

“Betapa pedihnya hati rakyat, khususnya petani yang sudah bersusah payah berupaya secara mandiri melakukan usaha tani karena satu-satunya yang bisa mereka lakukan demi mempertahankan hidupnya melalui panen ternyata sia-sia dengan membuat kebijakan seluruh impor kebutuhan pokok,” kata Firman, Selasa (6/2).

Sebelumnya, Enggarstiato mengeluarkan kebijakan impor kebutuhan pokok seperti beras sebanyak 500 ribut ton, impor garam 3,7 juta ton, impor daging kerbau  50 ribu ton dibagi 2 kuota dan terakhir impor jagung.

Politikus Golkar ini melanjutkan, meski pemerintah sebelumnya memberikan dukungan kepada seluruh petani baik dari sisi apa pun, tapi nyatanya petani harus menelan pil pahit karena Kemendag lebih memilih mengmpor bahan pokok ketimbang harus menyerap hasil jerih payah petani sendiri.

“Sebagai wakil rakyat mewakili aspirasi rakyat khususnya petani amat merasakan kecewa kepada Mendag yang hanya duduk di belakang meja tanpa mau turun ke lapangan mengecek langsung kepada kepala daerah bagaimana situasi di bawah sana.

Menurutnya, dan seakan-akan Mendag seperti kucing-kucingan mengejar target genjot impor demi kepentingan tertentu demi tahun politik ini,” sesal Firman yang juga Wakil Ketua Baleg DPR ini. (d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini