oleh

DPRD Kejar Hak PI Bojonegoro di JTB dan Blok Tuban

Bojonegoro –  Detakpos -Detakpos-Komisi B DPRD Bojonegoro masih menunggu hasil kajian dan kebijakan SKK Migas terkait hak Participacing Interest atau PI Pemkab Bojonegoro di Lapangan Jambaran Tiung Bitu (JTB) dan Blok Tuban.

‘’Kita sudah mendatangi SKK Migas beberapa waktu lalu,’’ kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri. Dia menjelaskan pihaknya sendiri menanyakan dua hak Participacing Interest yang seharus menjadi hak pemkab Bojonegoro.

Pertama lanjut dia adalah mundurnya PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dalam pengelolaan lapangan JTB. Dia menuturkan SKK Migas sendiri menyatakan masih akan mengkaji hal tersebut dan meminta penjelasan dari Pertamina EP Cepu atau PEPC sebagai operator lapangan JTB. ‘’Karena menurut aturan yang baru bentuknya Golden Share dan tidak perlu mengeluarkan biaya karena ditalangi oleh operator lebih dulu,’’ jelasnya

Sementara yang kedua lanjut dia adalah terkait hak PI pemkab Bojonegoro di Blok Tuban. Menurut dia sebagian besar produksi Blok Tuban adalah dari Lapangan Sukowati yang mencapai 10 ribu barell perhari dari total produksi Blok Tuban sebesar11 ribu barel perday.’’Kan lumayan besar,’’ katanya.\

Dia menjelaskan saat ini pengelolaan Blok Tuban oleh Joint Operating Body pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ) sudah terminasi. Dan pengelolaan atau operator sendiri sudah dilakukan oleh pertamina EP Asset 4 Field Sukowati sejak Mei 2018 lalu. ‘’Tapi PI belum ditawarkan sampai saat ini,’’ jelasnya,

Atas pertanyaan itu SKK Migas lanjut dia menyatakan masih dilakukan Kajian. Dan karena melibatkan dua Kabupaten yaitu Bojonegoro Tuban dibawah provinsi Jawa Timur pihaknya akan melakukan kajian cara penghitungannya termasuk koordinasi dengan kementrian ESDM. ‘’Ya kita tunggu saja,’’ katanya.

Yang jelas tambah politisi asal Baureno itu pihaknya akan terus mengejar Hak PI di JTB serta Blok Tuban. Sebab tambah dia berbeda dengan penanganan PI Blok Cepu Lapangan Banyuurip dimana kebutuhan dana akan ditalangi dulu operator. ‘’Jadi tak peruu modal seperti lapangan Banyuurip dulu,’’ ungkapnya. (d/5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini