oleh

Harga Tembakau di Lamongan Capai Rp27.000/Kilogram

LamonganDetakpos –  Harga tembakau rajangan Virginia Voor Oogst (VO) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berkisar Rp22.000- Rp27.000/kilogram jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga tembakau rajangan Virginia VO tahun lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Lamongan Aries Setiadi melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan Agus Hendrawan, di Lamongan, Selasa (26/9), menjelaskan meningkatnya harga jual tembakau di daerahnya disebabkan kemarau.

Sedangkan harga tembakau daun basah dengan kualitas terbaik bisa mencapai Rp3.500/kilogram.  “Kemarau mendongkrak harga tembakau baik daun basah maupun kering,” ucapnya.

Sampai awal September lalu, produksinya sudah mencapai 2.089,05 ton. Produksi itu dipastikan masih akan bertambah. Karena ada sejumlah besar lahan pertanian tembakau yang belum selesai dipanen.

Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan mencatat luas lahan tembakau mencapai 5.540,5 hektare. Luasan itu meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun 2016 yang hanya 3.886 hektare dengan produksi 4.663,2 ton.

Produksi tertinggi tembakau Lamongan dicapai pada 2012 yang sebesar 13.703.548 ton dari luas areal panen 9.688 hektare.

Petani Lamongan selama ini menanam tembakau jenis virginia VO dan jawa. Untuk jenis virginia, produksi sementara tahun ini mencapai 629,71 ton dari areal panen seluas 2.074, 5 hektare.

Sementara jenis jawa lebih banyak dipilih untuk dibudidayakan petani Lamongan. Produksi sementara saat ini mencapai 1.459,34 ton dari areal seluas 3.466 hektare.

Untuk memberdayakan petani, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tahun ini memberikan bantuan untuk kegiatan pasca panen. Diantaranya berupa alat jemur temabakau, alat perajang, dan genset.

Ia menginggatkan agar masyarakat tidak mencoba untuk menjual rokok ilegal yang tidak dilengkapi pitai cukai, atau rokok polosan.

Apalagi sampai ada yang mengunakan pita cukai palsu, pita cukai bekas, maupun yang tidak sesuai dengan jenis dan golongan.

Sesuai Undang-undang Nomor. 39 tahun 2007 tentang Cukai,  maja pelanggaran itu bisa kena pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun.

“Ada juga diatur dalam pasal 29 tersebut, denda hingga 10 kali dari nilai cukai yang harus dibayar,” ucapnya. (*/d1/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini