oleh

OPOP, Setiap Pesantren Diberi Modal Rp 50 Juta

SurabayaDetakpos– Sekretaris Daerah Prov Jatim, Ir. Heru Tjahjono menyampaikan beberapa strategi yang diharapkan bisa menjadi penguat OPOP (One Pesantren One Product) pada 2020.

Beberapa strategi itu disampaikan saat memimpin Rapat Terbatas terkait penyelenggaraan OPOP 2019 di Ruang Brawijaya, Kantor Gubernur, Jl. Pahlawan no. 110 Surabaya, Rabu (19/2).

Strategi pertama yang ditekankan oleh Sekdaprov Heru adalah design product. Dirinya menyebutkan, design product amat diperlukan guna menarik pasar. Terutama dalam hal packaging atau logo, dirinya tak ragu-ragu meminta jajaran pengurus OPOP untuk menggunakan jasa designer product.

“Kita harus hire design product agar bisa benar-benar laku di pasar. Semisal OPOP punya produk ayam goreng maka packagingnya juga harus bisa lebih baik,” sebut Sekdaprov Heru dalam wawancaranya.

Ditambahkan Sekdaprov Heru, jika terkait dengan packaging maka berkaitan pula dengan kebersihan produk itu sendiri. Dirinya terus menekankan kepada para pengurus OPOP bahwa kebersihan menjadi kunci utama dalam pelayanan konsumen. Dimulai dari proses awal pembuatan produk hingga pengemasan harus terus terkontrol dan konsisten kebersihannya.

“Saya tekankan lagi, kebersihan itu yang paling penting. Karena itu yang dilihat oleh konsumen. Kalau bisa saat prosesnya setiap pegawai harus menggunakan masker atau penutup kepala,” jelasnya.

Dalam Ratas Evaluasi tersebut, Heru Tjahjono juga berpesan kepada para pengurus OPOP untuk bisa lebih selektif dalam memilih produk-produk yang masuk ke dalam OPOP.

Pada strategi kedua Pemprov Jatim ini, rencananya setiap pesantren akan diberikan modal awal sebesar Rp. 50jt untuk menciptakan sebuah produk yang siap dipasarkan. Dirinya menyebutkan jika produk tidak perlu banyak, bisa saja satu produk namun berkualitas.

“Dalam memilih produk harus betul-betul riil dan komprehensif. Nanti jangan sampai terlalu banyak produk sehingga hasilnya jelek,” pesannya.

Lebih lanjut ketika sudah siap dengan suatu produk, maka para pelaku tersebut harus sudah siap untuk melakukan uji pasar. Uji pasar dilakukan guna mengetahui apa yang tengah menjadi minat pasar.

“Ketika pasar sedang butuh sandal, kita bisa sediakan itu. Jadi melakukan uji pasar,” tuturnya.

Mantan Bupati Tulungagung itu menyebutkan jika strategi-strategi tersebut tidak lain bertujuan untuk mengangkat produk-produk OPOP agar bisa dinikmati oleh pasar yang lebih luas dan beragam. Ketika ditanya soal target pada 2020 ini, dengan optimis dirinya menyebut penguasaan pasar adalah target utamanya. Dengan total 150 pesantren yang tergabung pada 2019 lalu, diharapkan pada 2020 bisa terus ditingkatkan.

“Targetnnya OPOP harus menguasai pasar,” singkat Heru Tjahjono yang juga pernah menjabat sebagai Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim itu.(hms)

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini