Bojonegoro – Detakpos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, belum menanggapi nama di dada pegawai negeri sipil (PNS) karya Dodi Rosidi dengan bahan kayu jati berbentuk daun jati yang pernah ditawarkan kepada pemkab.
“Saya pernah menawarkan semua PNS mengenakan nama dada dengan bahan kayu jati berbentuk daun jati seperti ini,” kata Ketua Asosiasi Perajin Indonesia Handykraft (APIK) Bojonegoro Dodi Rosidi, Kamis.
Ditemui di kediamannya di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, ia yang biasa dipanggil Dodi Jenggot itu menawarkan langsung 10 nama dada dengan bahan kayu jati berbentuk daun jati kepada Bupati Bojonegoro Suyoto sekitar lima bulan lalu.
Nama dada sebanyak 10 biji itu, kata dia, sudah jadi termasuk diberi nama sejumlah kepala dinas termasuk Bupati Bojonegoro Suyoto.
Seketika itu, kata dia, Bupati Bojonegoro Suyoto dalam dialog Jumat sudah menginstruksikan kepada jajaran dinas perdagangan untuk menindaklanjuti gagasan nama dada itu.
“Tapi tidak ada kejelasan sampai sekarang,” tandasnya.
Padahal, menurut dia, dengan nama dada memanfaatkan kayu jati dengan bentuk daun jati bisa memberikan nuansa khas daerah Bojonegoro sebagai daerah penghasil kayu jati.
Di lain pihak , katanya, perajin juga bisa memperoleh penghasilan kalau semua PNS yang junlahnya ribuan memanfaatkan nama dada buatan perajin.
Apalagi, lanjutnya, nama dada karyanya itu mudah dikenakan karena dilengkapi magnit bukan peniti.
“Kalau nama dada dengan mika memanfaatkan peniti saya anggap kuno. Harganya nama dada saya ini juga tidak jauh berbeda dengan nama mika sekitar Rp30 ribu per biji,” ucapnya. (d1/Detakpos)





