oleh

Tiket Pesawat Mahal Bangkitkan Moda Tranportasi Darat

JakartaDetakpos-Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai aneh mahalnya tiket pesawat menyalahkan pemerintah.

Dia sebaliknya menilai positif melonjaknya harga tiket pesawat tersebut, karena bisa menggairahkan kembali moda transportasi darat yang lesu akibat harga tiket pesawat murah.

“Harga tiket pesawat mahal kok nyalahin Menteri Perhubungan sih, ya aneh dong,”ungkap Arief di Jakarta, Minggu (2/6).

Menurutnya, Menhub atau Pemerintah itu hanya sebagai regulator yang lebih banyak menekankab regulasi tentang teknis dan keselamatan penebangan untuk perusahaan yang beroperasi di Indonesia

Sedang terkait harga tiket pesawat, lanjut Arief, sebenarnya Pemerintah atau Menhub tidak bisa menentukan harga tiket pesawat penebangan reguler, di mana harga seat/km dari perusahaan penebangan komersial berjadwal yang ada di Indonesia itu didasarkan pada jenis pasar persaingan sempurna di sektor penerbangan komersial berjadwal.

Kenapa demikian, lanjut dia, karena setiap cost produksi atau operational dari airlines, setiap biaya seat/km-nya itu ditentukan oleh harga fluktuasi kurs dolar AS terhadap rupiah.

“Dalam bisnis airlines itu hampir 95 persen cost operational airlines berbasis pada perhitungan dolar AS,”tuturnya.

Menurut Arief, cost untuk ACMI (Aircraft,Crew, Maintenance Dan Insurance) dan bahan bakar itu berbasis dengan nilai dolar AS untuk setiap cost per hours-nya.

Dikatakan, saat ramai airlines berbasis Low Cost Carrier ( LCC) seperti Lion Air, Sriwijaya, City Link, Batik, Wing Air masih bisa beroperasi dengan menjual harga tiket yang murah memang karena didukung dengan harga kurs dolar AS yang rendah terhadap rupiah, sehingga masih bisa menjalankan bisnis airlines berbasis LCC alias jual tiket murah.

Namun pernahkah kita berpikir saat banyak airlines berbasis LCC beroperasi di Indonesia, banyak jasa transportasi darat pada gulung tikar karena banyak masyarakat penguna transportasi darat beralih mengunakan jasa penerbangan berbasis Low Cost Carrier atau Budget Airline.

“Dan berapa kerugian masyarakat yang selama ini banyak mendapatkan efek ekonomi dari transportasi darat,”tutur dia.

Nah, dengan harga Tiket Pesawat yang LCC sudah tidak adalagi alias perusahaan penerbangan sudah tidak mampu lagi berbasis jual tiket murah, maka Industri jasa transportasi darat mengalami kemajuan karena menjadi pilihan transportas yang digunakan masyarakat.

Jadi sangat aneh harga tiket pesawat saat ini mahal menyalahkan Menteri Perhubungan.

“Kelihatannya yang mengkritik enga ngerti tentang keadaan moda transportasi di Indonesia,”pungkas Arief Poyuono.(dib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini