oleh

Tiket Pesawat Mahal Sebab Harga Avtur

JakartaDetakpos– Dalam Diskusi Tematik Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, Direktur Gajah Mada Analitika, Herman Dirgantara mengatakan, isu tiket pesawat dalam dua minggu terakhir masuk tiga isu teratas ramai diperbincangkan, tidak kalah dengan isu Pilpres.

Isu mahalnya harga tiket pesawat cukup marak dikarenakan mendekati hari raya Idul Fitri di mana budaya mudik merupakan tradisi tahunan di Indonesia.

Pengamat Kebijakan Publik Herman Dirgantara ini juga mengatakan, “Mahalnya harga tiket pesawat ini tak lepas dari tingginya harga avtur dan pertamina harus bertanggung jawab atas hal ini.”

Dalam kesempatan ini pula dia menyanpaikan diperlukan political will pemerintah untuk ikut berperan dalam menyikapi hal ini karena peswat adalah salah satu moda transpotasi yang vital.

Cucuk Suryo Suprojo, mantan Dirjen Perhubungan Udara menyampaiakan pemerintah sudah berusaha melakukan hal yang tepat, ikut mengontrol dengan mengeluarkan harga batas atas batas bawah untuk menjaga stabilitas harga dan tetap mengutamakan keamanan.

Peraturan Menteri mengenai batas atas batas bawah harga tiket pesawat harus dikaji secara berkala untuk memantau pergerakan cost penerbangan agar tetap dalam nilai keseimbangan tanpa mengabaikan keselamatan.

Kebijakan yang lain adalah pengaturan rute penerbangan yang terkoneksi antar wilayah sehingga tercipta efisiensi cost penerbangan dan tidak membebani maskapai.

“Ini merupakan hal yang wajib dilakukan pemerintah untuk mengatur rute agar efisiensi dapat tercapai,’ ujar Cucuk Suryo Suprojo.

Efek domino akan mahalnya tiket pesawat cukup lumayan terasa. Pesawat hari ini adalah moda transpotasi modern yang paling efektif dari segi jangkauan dan efisien waktu.

“Penurunan penumpang ikut mempengaruhi jumlah wisatawan baik domestik maupun internasional, hal ini mengurangi pendapatan di sektor pariwisata.” ujar Konsultan Bisnis Kuncoroadi.

“Tidak sampai situ saja, hal ini juga berimbas pada sektor UMKM yang ikut turun karena berkurangnya angka kunjungan wisatawan dan masih akan mampu merembet ke sektor lain berdampak beruntun secara ekonomi,” timpal Kuncoroadi.(d/5)

Editor: AAdib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini