oleh

Merawat Potensi Alam Daerah : Potensi Garam Lamongan “Bleduk Purba” Telah Mati (6-habis)

Lamongan, Jawa Timur,  tampil sebagai ‘produses garam’ yang utama. Garam tidak hanya dihasilkam di sub-area pesisiran, namun konon juga diproduksi di daerah pedalaman, yakni pada sub-area Lamongan Selatan.

Prasasti Biluluk I memberikan informasi fatual bahwa desa kuno Biluluk dan sekitarnya merupakan produsen garam rakyat, yang hasilnya bukan saja untuk dikonsumsi sendiri (domistkasi), namun juga dipasokkan untuk memenuhi kebutuhan warga di daera lain, tidak terkecuali bagi ‘wargga i jro’ di Kadatwan Majapahit, warga di daerah-daerah lain di Jawa lewat pergangan garam.

Produksi garam di desa kuno Biluluk dimungkinkan karena konon di daerah ini terdapat ‘bleduk purba’, yang kini telah mati, dan yang tersisa tinggal apa yang oleh warga sekitar dinamai ‘air asin’.

Pemerintah Mahapahit turut mengatur regulasi garam rakyat, antara lain dengan mengatur tata produksi garam. Sebagai pendapatan kerajaan, pemerintah kerajaan juga menarik pajak garam (pagarem).

Sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi public, produski garam tidak boleh dibiarkan tumbuh-berkembang semaunya, namun perlu campur tangan pemerintah untuk mengelolanya. Hal yang demikian telah dicontohkan oleh pemerintah Hindia-Belanda melalui ‘modernisasi produksi garam’ sejak tahun 1882.

Kondisi ‘swasembada garam’, khususnya untuk garam konsumsi, yang telah tercapai sejak tahun 2012, semoga mampu dipertahankan, bahkan ditingkatkan agar ke depan Indonesia kembali menjadi ‘negara pengekspor garam’ uatama, sebagai bentuk pencapaian kembali terhadap ‘Jaman Keemasan Garam Nusantara’.

Semoga tulisan ini menjadi picu semanngat untuk itu.
Salam budaya ‘Nusantarajayati”.
Nuwun. (*)     

(M. Dwi Cahyono A. adalah Arkeolog dan Sejarawan Universitas Negeri Malang)

PATEMBAYAN CITRALEKHA, Sengkaling, 13 Mei 2017
Catatan: Makalah untuk Seminar Arrkeologi-Sejarah di Lamongan, Minggu 14 Mei 20177.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini