oleh

Nikmati Sintren, Menuju Bikers Bumi Santri

DUPA yang wangi sungguh melegakan,”bisik Odie Destrana salah satu tim 10 Peturing Tour Heritage saat bersila menikmati gelaran sintren berbintang 3 gadis remaja Andin, Devi dan Aning.

Tak lama berselang ketiganya dimasuki energi yang membuat mereka tak sadarkan diri, menari diiringi gamelan yang sungguh memesona. Dalam keadaan trans tangan mereka diikat,dimasuki selubung dan diberi pakaian putri Raja.

Sungguh menakjubkan dalam beberapa menit saja sang gadis berganti pakaian laksana putra dalam kondisi tangan masih terikat.”Baru kali ini saya saksikan,sungguh..Indonesia kaya budaya,” kagum sist Ocha, satu satunya lady bikers di tim 10.

Itulah sepenggal perjalanan hari kedua Kuningan-Lasem saat mereka hang out dengan sedikitnya 20 klub dan Nadhiyin PB NU, khususnya Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lebumi) di check point Joglo Perdamaian 2 milik Mbah Lim, asuhan Muh Gus Mus dalam binaan KH Sofiudin,Rois Am MWC NU Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.

“Selamat datang all bikers ayo santai sejenak silaturahmi, nikmati kuliner khas Pekalongan dan sajian sintren ini,” tulus Gus Eko Ahmadi, ketua PC Lesbumi Kabupaten Pekalongan pada rombongan.

Perjalanan kali ini memang terasa spesial karena disuguhi kekayaan budaya setempat.”Kami juga diberi kesempatan berbagi pengalaman dan ajakan sesuai misi tur ini yakni kampanye Antihoax,Toleransi dan Pemilu Damai,” jelas Hari Novaro Rambing, road captain tim 10 yang disuport penuh Adira Finance dan VIAR Motor Indonesia ini.

Cukup intens dan hangat perbincangan mereka. MMC Outsiders chapter Pekalongan sebagai tuan rumah juga sekalian sosialisasi ulang tahun mereka ke 1 pada 8 Desember nanti sekaligus event akbar Menuju Bikere Bumi Santri yang digagas Lesbumi di 29 Desember nanti.

”Program kalian jadinya nyambung dengan acara kami nanti hang juga concern seputar itu terutama kempanyekan keutuhan NKRI,” tambah Gus Eko lagi dalam rilisnya hari ini.

Dalam suasana yang akrab, mereka berbincang segala hal mulai budaya, persoalan agama, bangsa sampai yang terkait seputar bikers semisal ajakan untuk tidak menjadi gangster motor dan melakukan hal-hal positif mengisi masa
muda.

Sampai tengah malam, silaturami mereka terjalin akrab dan berencana untuk terus berlanjut.Alhamdulillah..

Sebelum Pekalongan, mereka menyempatkan diri sowan di Sumedang dan Kuningan.”Dua tempat yang berkesan.Di Sumedang kami menikmati tahu khas yang enak di malam hari dan sempat mendengarkan tausiah Ustad Gum.

Di Kuningan, tim mendapat kehormatan diundang klub keren X-Man yang diketuai Dewox dan dibina langsung senior mereka bro Ridho Suganda yang akrab disapa Kang Edo.

”Selamat datang di Kuningan, wah waktu kalian sempit ya, sebelum berangkat ke Jawa Tengah nikmati dulu sarapan bubur dan ngopi,” ajak kang Dewox.

Tentunya ajakan ini pantang ditampik.Sekalian para anggota X-Man yang ditemani juga sahabat mereka Black Hawk ini menyimak beberapa varian motor baru yang dipakai tim 10.”Enak gak handlingnya?Saya suka desainnya,sepertinya nyaman dipakai turing,” ujar salah satu life member X-Man pada Rambing yang nyemplak Vortex.

”Recommed sekali.Ergonominya nyaman tenaga powerfull,” jawabnya.

Beberapa anggota sempat ngetes dan merasakan sensasinya.”Aku baru lihat yang ini..desain vintage ya!Cocok untuk kaum custom culture,” nilai Keris Bangor,salah satu senior klub saat menyimak varian Viar Vintech yang dijajal peturing 10 Jakarta-Lasem.

Tak lupa rasa penasaran juga hadir untuk Cleveland Scramblers yang juga ikut dalam jajaran.(dib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini