oleh

Petruk Ketemu Pedro dalam Lakon “Verdadero de Amor” 

Buenos Aires -Detakpos-Memperingati Hari Perdamaian di Argentina, KBRI Buenos Aires bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tigre, Museo de Arte Tigre, dan organisasi Mil Milenios de Paz, mengadakan pertunjukan Gamelan dan Wayang Kulit di Kota Tigre.

Pertunjukan bertema “Multicultura por la Paz” atau acara multibudaya untuk perdamaian diadakan di Museo de Arte Tigre, Provinsi Buenos Aires, baru baru ini.

Salah satu misi diplomasi menurut Dubes RI di Buenos Aires, Niniek K. Naryatie adalah ikut memelihara perdamaian. “Salah satu cara untuk membahasakan perdamaian adalah melalui kegiatan seni budaya”.

Perdamaian adalah syarat utama peradaban saat ini, sedangkan seni dan budaya adalah bahasa universal untuk kita saling mengerti satu sama lain, tambah Dubes RI.

“Perdamaian tidak akan tercipta apabila kita tidak mengerti satu sama lain”, ucap Dubes RI disambut tepuk tangan dari undangan yang hadir.

Pada malam itu, dilansir kemlu.go.id, penampilan Gamelan dan Wayang Kulit berhasil memukau publik Tigre, provinsi Buenos Aires yang memenuhi Museo de Arte Tigre, 45 KM dari Ibukota Buenos Aires. Tim Gamelan KBRI Buenos Aires yang tergabung dalam Sang Bagaskara malam itu membawakan 5 (lima) lagu tradisional dari Jawa dan Wayang Kulit dengan lakon “Verdadero de Amor” atau ketulusan cinta Rama – Sinta dan perjuangan melawan Rahwana.

Pertunjukan Wayang Kulit yang dibawakan oleh dalang Soediharto dilakukan sepenuhnya dalam Bahasa Spanyol.

Acara seni budaya Indonesia yang dilaksanakan pertama kali di Museo de Arte Tigre dihadiri lebih dari 100 pengunjung museum dan publik Argentina. “Ini merupakan yang pertama buat saya dan saya sangat senang sekaligus penasaran dengan orkestra gamelan yang dibawakan”, ucap Direktur Museo de Arte Tigre, Graciela Arbolave.

Ruangan utama museum yang layaknya istana dengan berbagai ornamen klasik Eropa menambah kesan tersendiri bagi penampilan gamelan malam itu. Para hadirin yang datang bahkan tidak berhenti bertepuk tangan saat lagu pertama ditembangkan.

Penampilan Wayang Kulit yang berdurasi 45 menit juga mendapatkan sambutan meriah. Bagi beberapa penonton, pengalaman menyaksikan wayang kulit dengan permainan cahaya dan bayangan yang memukau adalah pengalaman yang tidak terlupakan.

Ditambah lagi, penampilan wayang kulit khas Indonesia juga sempat dikombinasikan dengan wayang / puppet Argentina yaitu adegan Petruk bertemu dengan Pedro mengawali serta menarasikan cerita wayang.

“Saya baru kali ini melihat keindahan wayang kulit dengan permainan cahaya dan bayangan yang begitu indah, ada kesan magis tersendiri apalagi diiringi dengan musik gamelan”, ucap Susana, salah satu Duta Besar Perdamaian Mil Milenios de Paz.

Sekretaris Pemerintah Kota Tigre, Patricia Sandra D’Angelis, mewakili Walikota yang berhalangan hadir, menyampaikan terima kasih kepada KBRI Buenos Aires dan mengharapkan agar acara serupa dapat terus dilanjutkan di masa mendatang. “Tigre merupakan kota yang kaya akan budaya, kami sangat senang dan mengharapkan budaya Indonesia dapat terus dipromosikan di Tigre, salam hangat dari Walikota untuk kita semua.”

Pertunjukan Gamelan dan Wayang Kulit dipilih untuk mewakili budaya Indonesia karena sifatnya yang unik. “Gamelan adalah gambaran dari Indonesia, setiap pemain memiliki tugas dan setiap alat memiliki nada yang berbeda, dan karena perbedaan tersebut terciptalah sebuah harmoni yang indah”, ucap Sekretaris Kedua Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Buenos Aires saat menjelaskan mengenai gamelan.

Ditambah lagi tim Gamelan KBRI Buenos Aires Sang Bagaskara terbentuk dari gabungan masyarakat Indonesia dan Warga Negara Argentina yang memiliki ketertarikan akan budaya Indonesia.

Hingga saat ini Kelompok Gamelan KBRI Buenos Aires, “Sang Bagaskara” memiliki jumlah peserta yang aktif sejumlah 20 orang. KBRI Buenos Aires rutin mengadakan kelas Gamelan setiap hari senin pukul 17:00-19:00 dan Sabtu pukul 18:30-20:30.(dib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini