oleh

Kejari Selidiki Dugaan Markup Lahan RSUD Temayang

Pewarta Jarwati

BojonegoroDetakpos-Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Jawa Timur, sedang menyelidiki kasus dugaan markup anggaran pembelian lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang, yang merugikan negara Rp 1,46 miliar.

Kepala Kejari Bojonegoro, Muhaji mengatakan, kasus kerugian negara tersebut baru dalam tahap penyelidikan, yang dilakukan oleh Kejari. Untuk saat ini belum bisa disampaikan hasilnya seperti apa. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan masuk dalam ranah pidana.

“Kami sekarang sedang melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (puldata dan pulbaket). Terkait dengan markup anggaran dalam pembebasan lahan untuk RSUD Temayang,” kata Muhaji.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Kejari ingin mengetahui terlebih dahulu prosesnya seperti apa. Lalu kronologisnya bagaimana, sehingga bisa merugikan negara.

“Kami tunggu dulu sampai batas akhir waktu pengembalian kerugian negara, yang diberikan oleh BPK. Apakah uangnya dikembalikan atau tidak, jika tidak dikembalikan maka akan kami tangani sepenuhnya.Dan selama masa pengembalian masih ada, kasus tersebut menjadi kewenangan pihak-pihak terkait dan BPK ,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, ada temuan dari BPK terkait kerugian negara dalam pembebasan lahan untuk RSUD Temayang yang mencapai Rp 1,46 miliar, dan baru dikembalikan sekitar Rp 400 juta.

Pj Sekda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Yayan Rohman mengatakan, BPK telah merekomendasikan kepada pihak penyedia lahan yang akan digunakan untuk membangun RSUD di Kecamatan Temayang. Agar segera mengembalikan kerugian negara, yang mencapai Rp 1,46 miliar.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini