oleh

Nasabah Anak Perlu Perlindungan Optimal

JakartaDetakpos-Beberapa kasus kejahatan siber dan perbankan yang menimpa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), perlu diselesaikan sampai ke akarnya. Selain kejahatan skimming (mencuri data dari pita magnetik kartu ATM) yang terjadi di Kediri, Jawa Timur, BRI juga disibukkan dengan kasus pembobolan uang nasabah melaui one time password (OTP).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonedia (KPAI), Susanto mengatakan, kasus Skimming dan OTP, saat ini menjadi masalah yang sedang dihadapi BRI.Untuk mengatasi masalah Skimming dan OTP, BRI perlu terus melakukan patroli skimming agar nasabah terproteksi dengan baik.

Ini langkah positif agar nasabah terlindungi dari kemungkinan potensi kejahatan. Perlu diketahui, lanjut Susanto, saat ini jumlah nasabah BRI usia anak cukup besar. Menurut Corporate Secretary BRI, pelanggan BRI berkisar 80 juta orang.

Di antara nasabah, adalah usia anak. Diperkirakan jumlah nasabah anak jutaan. Tentu, cukup banyak usia anak menjadi Nasabah BRI. ”Anak usia sekolah terutama tingkat SMA/SMK, Madrasah Aliyah, bahkan santri di pondok pesantren banyak yang menjadi nasabah,”ungkap Susanto, Selasa (20/3).

Oleh karena itu BRI mesti melakukan langkah, menurut Susanto, pertama, nasabah usia anak harus diberikan informasi yang cukup agar anak terhindar dari pencurian uang bermodus skimming.

Kedua, BRI perlu memberikan edukasi kepada nasabah anak termasuk bagaimana tips-tips-nya agar nasabah anak tidak menjadi korban segala bentuk kejahatan perbankan. Ketiga, lokasi layanan ATM harus dipastikan berada di area yg aman dan nyaman, bukan area sepi dan rentan kejahatan.

”Ini sebagai ikhtiar agar anak tetap terjaga kenyamanannya.”Keempat,  patroli keamanan di areal layanan ATM penting dilakukan secara berkala dan kontinyu untuk mencegah potensi beragam modus kejahatan.

”Semangatnya adalah agar kualitas layanan terjaga, dan trust nasabah usia anak juga semakin tinggi,”tutur Susanto.

Menurut Susanto, Kasus skimming yang muncul saat ini harus menjadi trigger untuk perbaikan secara optimal, memberikan kenyamanan bagi nasabah usia anak.(d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini