oleh

Tim PAD Gresik Siap Segel Perusahaan Langgar Perizinan

GresikDetakpos Tim Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, berencana menyegel perusahaan yang melanggar perizinan, karena masih ada perusahaan di daerah setempat yang perizinanannya tidak lengkap.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pemkab Gresik Mulyanto dalam release yang diterima detakpos di Bojonegoro, Jumat (26/10), menjelaskan sejak bulan Pebruari sampai Oktober, ada sekitar 400 perusahaan (15 persen) perusahaan yang perizinannya tidak lenkap.

“Berbagai macam pelanggaran perizinan yang tidak dicukupi perusahaan atau pengembangan, antara lain, izin mendirikan bangunan (IMB),” kata dia melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sutrisno.

Tim Peningkatan PAD Kabupaten Gresik yaitu DPM PTSP, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(BPPKAD), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, Bapeda, Dinas PU dan Bagian Hukum Setda.

Adapun contoh pelanggaran yang diungkap Mulyanto, misalnya perusahaan tersebut menambah bangunan tapi masih menggunakan IMB yang lama sehingga IMB nya tidak sesuai.

Ada juga bangunan yang sudah berdiri dan dioperasionalkan tapi belum ber IMB. Bahkan ada pengembang perumahan yang IMB nya belum beres tapi sudah melakukan aktivitas.

“Untuk temuan pelanggaran IMB ini kebanyakan ada di wilayah Gresik bagian selatan. Ada temuan dari tim peningkatan PAD yaitu sebanyak 20 perusahaan yang tidak ber IMB atau IMBnya tidak sesuai.

“Atas pelanggaran tersebut potensi kerugian negara sebesar Rp25,7 miliar,” ucapnya.

Menurut Mulyanto, perolehan PAD di bidang perizinan sampai Oktober sebesar Rp27 miliar atau sekitar 54 persen dari target sebesar Rp50 miliar dalam APBD Perubahan 2018.

Ia mengharapkan bangunan berdiri sebelum perizinannya, apalagi perizinan belum lengkap sudah melakukan kegiatan usaha.

“Tak hanya bangunan perusahaan, imbauan saya ini juga berlaku untuk para pengembang. Sebaiknya jangan membangun dulu sebelum perizinannya belum lengkap,” ucapnya. (*/sdm)

Gresik – Detakpos Tim Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, berencana menyegel perusahaan yang melanggar perizinan, karena masih ada perusahaan di daerah setempat yang perizinanannya tidak lengkap.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pemkab Gresik Mulyanto dalam release yang diterima detakpos di Bojonegoro, Jumat (26/10), menjelaskan sejak bulan Pebruari sampai Oktober, ada sekitar 400 perusahaan (15 persen) perusahaan yang perizinannya tidak lenkap.

“Berbagai macam pelanggaran perizinan yang tidak dicukupi perusahaan atau pengembangan, antara lain, izin mendirikan bangunan (IMB),” kata dia melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sutrisno.

Tim Peningkatan PAD Kabupaten Gresik yaitu DPM PTSP, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(BPPKAD), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, Bapeda, Dinas PU dan Bagian Hukum Setda.

Adapun contoh pelanggaran yang diungkap Mulyanto, misalnya perusahaan tersebut menambah bangunan tapi masih menggunakan IMB yang lama sehingga IMB nya tidak sesuai.

Ada juga bangunan yang sudah berdiri dan dioperasionalkan tapi belum ber IMB. Bahkan ada pengembang perumahan yang IMB nya belum beres tapi sudah melakukan aktivitas.

“Untuk temuan pelanggaran IMB ini kebanyakan ada di wilayah Gresik bagian selatan. Ada temuan dari tim peningkatan PAD yaitu sebanyak 20 perusahaan yang tidak ber IMB atau IMBnya tidak sesuai.

“Atas pelanggaran tersebut potensi kerugian negara sebesar Rp25,7 miliar,” ucapnya.

Menurut Mulyanto, perolehan PAD di bidang perizinan sampai Oktober sebesar Rp27 miliar atau sekitar 54 persen dari target sebesar Rp50 miliar dalam APBD Perubahan 2018.

Ia mengharapkan bangunan berdiri sebelum perizinannya, apalagi perizinan belum lengkap sudah melakukan kegiatan usaha.

“Tak hanya bangunan perusahaan, imbauan saya ini juga berlaku untuk para pengembang. Sebaiknya jangan membangun dulu sebelum perizinannya belum lengkap,” ucapnya. (*/sdm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini