oleh

137 Guru di Surabaya Terpapar Covid-19

JakartaDetakpos-Banyak tenaga pengajar atau guru yang terpapar dan gugur akibat Covid-19, yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Di Surabaya terdapat 137 guru terpapar yang disebabkan adanya kebijakan pemerintah daerah yang mengharuskan guru-guru untuk tetap absen sidik jari di sekolah

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Surabaya untuk mempertimbangkan kondisi daerahnya dan memperhatikan usulan dari tim penanganan Covid-19.

Selain itu juga lebih cermat dalam mengambil kebijakan di tengah pandemi, seperti dengan memberlakukan work from home (WFH) bagi para guru sebagai upaya dalam melindungi serta menjamin keselamatan para tenaga pengajar di masa pandemi.

Kemendikbud meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah untuk mengkaji ulang pembukaan sekolah atau pembelajaran tatap muka, baik sekolah yang berada di zona hijau, kuning maupun oranye.

“Zonasi risiko Covid-19 melalui warna merah, kuning, maupun hijau sama sekali tidak menjamin suatu daerah tersebut dinyatakan aman dari persebaran Covid-19,”tutur Bamsoet, Senin ,(24/8).

Dia juga mendorong pemerintah dalam hal ini Kemendikbud melalui Disdikbud daerah terus memantau dan memperhatikan peta persebaran Covid-19 di setiap daerah, agar kebijakan yang diambil terkait pembukaan atau pun penutupan sekolah sudah melalui pertimbangan yang matang dan diharapkan dapat lebih tepat.

Mendorong Kemendikbud dan jajarannya dapat memberikan perhatian lebih bagi para tenaga pengajar yang terpapar ataupun terhadap nasib para tenaga pengajar di masa pandemi Covid-19, agar semangat tenaga pengajar tidak kendor dalam menjalankan tugasnya.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini