oleh

RSUD dr Soegiri Jadi Pendidikan Profesi Dokter UMS

LamonganDetakpos-RSUD dr Soegiri Lamongan, Jawa Timur mendapat kepercayaan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), sebagai penyelenggara pendidikan profesi dokter Fakultas Kedokteran.

Terpilihnya RSUD dr Soegiri menurut Rektor UMS dr. Sukadiono, karena sudah memenuhi semua aspek persyarakatan.
“RSUD dr Soegiri sudah memenuhi sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Baik dari aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, peralatan medis dan juga jumlah kunjungan pasien,” ungkap dr Sukadiono.

Dia menjelaskan, dengan banyak jumlah pasien yang berkunjung di RSUD dr Soegiri, akan didapat variasi kasus yang lebih banyak, sehingga nanti akan meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Selain RSUD dr Soegiri, UMS juga mengikat kerja sama dengan Pemkab Lamongan tentang Penyelenggaraan kegiatan akademik pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lamongan.

Bupati Lamongan Fadeli menyambut antusias, penandatangan kerja sama dengan UMS yang dilaksanakan di Guest House Pemkab Lamongan, Rabu kemarin.

Menurut dia, hal itu selaras dengan harapan Pemkab Lamongan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. “Selama ini pelayanan kesehatan masyarakat terutama pada RSUD dr Soegiri telah digenjot sehingga pada Desember 2018 mendapat penghargaan sebagai pelayanan terbaik dengan sertifikasi A,” ungkapnya.

Fadeli juga berharap kerja sama ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sehingga memberikan keuntungan diantara dua belah pihak. Yakni untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Lamongan serta dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran UMS.

Sementara Direktur RSUD dr Soegiri dr. Moh Chairil Anas menyampaikan saat ini RSUD dr Soegiri merupakan rumah sakit dengan akreditasi paripurna bertipe B pendidikan.

Fasilitas yang dimiliki saat ini berupa 19 poli spesialis dengan 25 fasilitas pendukung, 35 dokter spesialis dan 30 dokter umum.

Pada tahun 2019 ini akan dilakukan penambahan fasilitas berupa 23 tempat tidur VVIP. Juga mengoperasikan instalasi bedah central dengan lebih banyak kamar operasi sehingga dapat memperpendek jumlah antrian operasi serta menambah poli sesuai dengan kebutuhan masyarakat Lamongan.(d/5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini