oleh

52 WNI Wanita Tertahan di Camp Pengungsian Suriah

Gowa – Detakpos-Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Hamidin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebarluasan paham radikal terorisme. Menurutnya, terdapat 92 pintu untuk masuknya paham tersebut.

“Dari sembilan puluh dua pintu itu, delapan di antaranya berbatasan langsung dengan negara tetangga,” ungkap Hamidin pada materi yang disampaikannya di kegiatan Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah di Kabupaten Gowa, Rabu, kemarin.

Meski tidak menjelaskan secara rinci pintu masuk paham radikal terorisme yang dimaksud, Hamidin berpesan agar setiap potensi penyebarluasan paham radikal terorisme diantisipasi dengan baik.

“Ini adalah sebuah kerentanan terhadap penyusupan paham radikal terorisme dari luar,” tegasnya.

Mantan Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT ini juga mengungkap masih banyak perempuan asal Indonesia yang tertahan di camp pengungsian di Suriah.

“Jumlahnya ada 52 orang, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tandas Hamidin.

Dalam konteks Kabupaten Gowa, pria asal Sumatera Selatan ini mengajak masyarakat menjadikan pelajaran kasus peledakan bom di Filipina, di mana pelakunya adalah sepasang suami istri dari Gowa. Hamidin bergarap penanganan terorisme melalui pendekatan lunak seperti yang dilaksanakan BNPT dan FKPT mampu menekan tumbuhnya angka kejahatan tersebut.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan, Prof. Arfin Hamid, di kesempatan yang sama mengklaim hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan pertumbuhan paham radikal terorisme dalam lima tahun terakhir.

“Kami yakin semakin banyak masyarakat bisa mengakses kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan BNPT dan FKPT, maka potensi keterpaparan terhadap paham radikal terorisme bisa terus ditekan,” pungkas Arfin.

Kegiatan Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah diinisiai oleh BNPT dan dilaksanakan serentak di 32 provinsi se-Indonesia dengan melibatkan guru mata pelajaran agama dari tingkat PAUD hingga SMP.

Melalui kegiatan ini BNPT dan FKPT ingin mendorong guru mampu menciptakan konten pembelajaran yang menjadikan tumbuhnya sebuah harmoni di lingkungan sekolah.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini