oleh

BEP Evakuasi Popok di Jembatan Legundi.

GresikDetakpos-Jembatan Legundi, Gresik, Jawa Timur, dipenuhi sampah popok.

Brigade Evakuasi Popok (BEP) berhasil mengangkat 300-an piece sampah popok yang nyangkut di tiang jembatan tersebut.

Tujuh orang anggota BEP mengevakuasi sampah popok yang menyangkut di tiang penghubung jembatan Legundi.

“Meski sudah pernah dibersihkan, jembatan Legundi kini dipenuhi sampah popok, kami dari BEP membersihkan sampah popok agar tidak masuk ke badan air kali Brantas” ungkap Azis SH, koordinator BEP, hari ini.

lebih lanjut alumnus Fakultas Hukum Ubhara Surabaya ini menyatakn, memasuki musim hujan sampah menjadi penyebab tersumbatnya saluran air dan screen penyaring PDAM Gresik dan PDAM Surabaya.

Dari pantauannya,
screen penyaring di intake atau saluran pengambilan air baku PDAM Gresik di Krikilan/legundi dan intake PDAM surabaya di Karangpilang tersumbat oleh sampah popok.

“Maka kami berharap agar masyarakat tidak membuang sampah popok ke saluran air atau ke sungai brantas karena akan menyumbat intake PDAM,”ungkapnya.

Selain itu dia juga mengambil sampah popok yang ada di jembatan atau di bantaran sungai agar tidak masuk ke air sungai Brantas, ” tambah Azis.

Selain melakukan aksi bersih-bersih sampah popok, BEP juga mengajak masyarakat yang melintas jembatan Legundi tidak membuang sampah popok ke sungai dengan beberapa spanduk dan poster.

“Ojok buwang sampah popok ke sungai,” tutur Cendy Claudia anggota BEP sambil menenteng beberapa poster himbauan yang mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah popok kesungai.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemprov Jatim memasang jaring vertikal di tiang jembatan sehingga masyarakat tidak nempunyai akses untuk membuang sampah ke sungai, “ujar Azis,

 

 

Selain itu BEP juga mendorong penegakan hukum terhadap para pelaku pembuang sampah popok dan menyediakan sarana khusus berupa container sampah popok di tepi jembatan, sehingga masyarakat terfasiltasi, mengingat sampah popok adalah sampah residu yang tidak bisa didaur ulang. Maka pemerintah harus sediakan infrastruktur penampungan sementara, pengangkutan dan penimbunan di TPA,

“Pemerintah perlu melibatkan produsen popok untuk mengurus sampah popoknya, “ujar Azis. (d/5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini