oleh

Forum TPID Bojonegoro Gagas Bursa Inovasi Desa

Penawarta: Hadi

BojonegoroDetakpos – Forum Tim Pelasana Inovasi Desa (TPID) Bojonegoro, Jawa Timur, menggagas Bursa Inovasi Desa sebagai usaha untuk memaksimalkan penggunaan APBDesa secara maksimal.

Apalagi, setiap desa saat ini mendapat suntikan dana dari pemerintah melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang besar.

“Bursa Inovasi Desa bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa terutama potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya ekonomi,” ujar Ketua TPID, Abdul Rochim, Selasa (18/12/2018).

Pengembangan desa di bidang pemberdayaan ekonomi, bidang infrastruktur dan bidang manusia ini sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Serta peraturan lain untuk meningkatkan inovasi desa agar lebih berdaya.

“TPID ini untuk mengawal, mengembangkan potensi desa itu. Salah satunya dengan penandatanganan Kartu Komitmen dan Kartu Gagasan oleh pemerintah desa,” katanya.

Sementara diketahui, pelasanaan inovasi desa dilakukan di Gedung Olah Raga (GOR) Dabonsia di Kecamatan Dander. Beberapa hal yang dilakukan untuk peningkatan kualitas penggunaan desa itu salah satunya untuk menyampaikan dokumentasi bentuk kegiatan inovasi desa baik dari menu lokal maupun nasional.

“Sehingga bisa saling tukar pikiran tentang kualitas penggunaan dana desa dan mendorong pemerintah desa untuk mereplikasi kegiatan inovasi serta menganggarkan dalam APBDesa,” tambahnya.

Pada kesempatan itu

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan adanya program inovasi desa ini sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Pemerintah desa harus memberdayakan potensi yang ada dengan maksimal.

“Di pemerintahan pusat juga telah membentuk badan kreatif untuk pengembangan inovasi program,” katanya menjelaskan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, 40 kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat di daerah setempat, 196 petugas TPID dan pendamping profesional program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, 196 orang, serta 838 kepala desa dan Ketua BPD. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini