oleh

Gempabumi Tektonik M 5,5 Guncang Mukomuko, Tidak Berpotensi Tsunami

Muko-MukoDetakpos – BMKG melaporkan dari hasil analisis gempa tektonik yang melanda wilayah Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, dari informasi awal berkekuatan Magnitute 5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitute 5,6.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,51 LS dan 101,16 BT, pukul 02.05.29 WIB. Lokasinya di laut pada jarak 105 kilometer arah selatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada kedalaman 50 kilometer,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, dalam release yang diterima detakpos diBojonegoro, Sabtu (12/1).

Menurut dia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

Ia merinci guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Bengkulu Utara, Lebong, Mukomuko dalam skala intensitas III-IV MMI, di daerah Kota Bengkulu dalam skala intensitas III MMI, dan di daerah Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Padang dalam skala intensitas II MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Hingga pukul 02.40 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.*

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android “Info BMKG”). (*/BMKG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini