oleh

Kapolres Bojonegoro Siap Amankan Pipa Gas Gresik – Semarang

Pewarta: Hadi

BojonegoroDetakpos – Kepolisian Resort Bojonegoro, Jawa Timur, siap melakukan pengamanan dan pengawasan jalur pipa gas Gresik – Semarang (Gresem), yang melintas di wilayah kabupaten tersebut.

Kesiapan itu menyusul adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara antara Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia bernomor: 02/MOU/KBPH/2018 dan nomor: B/58/IX/2018 tentang pengamanan dan penegakan hukum dalam rangka pengawasan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak serta pengangkutan Gas Bumi melalui pipa tertanggal 17 September 2018.

“Pada prinsipnya kami siap melakukan pengamanan obyek vital nasional di Bojonegoro, tetapi sampai hari ini kami belum menerima tembusan MoU tersebut,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Kamis (20/12/18).

MoU BPH Migas dengan pihak Kepolisian itu dilakukan pada Kamis 13 Desember 2018, di kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.

Isi MoU tersebut mencakup pengamanan dan pengawasan seluruh tranmisi pipa Pertamina Gas yang ada di wilayah Jatim, termasuk di Bojonegoro yang saat ini masih tahap pengerjaan.

Tujuannya, agar dapat menjamin kelancaran dan keamanan pendistribusian bahan bakar minyak.

“Kita akan terus koordinasi dengan Pertamina terkait pengamanan seluruh aset maupun pengawasan proyek ini. Kami akan melakukan patroli serta pengecekan bersama nantinya,” ucap Kapolres.

Sekadar diketahui, pembangunan Pipa Transmisi Gersik – Semarang telah dimulai sejak September 2014 dan ditargetkan selesai pada Desember 2018 oleh PT Pertamina Gas.

Pipa dengan diameter 28 inchi ini ditanam sepanjang 272 kilometer dari Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah hingga Gresik, Jawa Timur.

Pipa ini bakal digunakan untuk mengalirkan gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (J-TB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, dengan volume sebesar 100 MMSCFD.

Pertamina Gas akan memastikan ketersediaan energi yang merata dan berkeadilan di berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian sekaligus meningkatkan daya saing industri dikedua wilayah tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini