oleh

Perlu Solusi sebelum Aksi Warga Ngampel di Blok Sukowati

BojonegoroDetakpos-Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis, (29/8), lusa, kembali akan menggelar aksi damai untuk menyampaikan petisi kepada Bupati Anna Mu’awanah.

Aksi damai menuntut Bupati mengeluarkan izin pembangunan pasar Desa Ngampel. Rencananya digelar di dua tempat, yaitu ke Kantor Pemkab dan akses ke pengeboran minyak Blok Sukowati.

Kepaka Desa Ngampel Pudjianto menjelaskan, warga akan meneruskan aksi damai di dua tempat berbeda yang diputuskan dalam rapat warga Desa Ngampel, Sabtu (24/8) lalu.

Menanggapi hal itu anggota DPRD Bojonegoro, Lasuri  berharap sebaiknya secepatnya pihak Dinas Penanaman Modal Daerah (PMD) dan Bagian Hukum Pemkab Bojonegoro,  memberikan saran atau masukan kepada Bupati Anna Mu’awanah terkait penerbitan izin pasar Ngampel.

“Saya berharap sebelum warga Ngampel melakukan aksi kembali, sudah ada win win solution terkait pasar Ngampel,”kata politisi PAN, Selasa (27/8).

Mantan sekreraris Komisi B ini juga  berharap warga tidak sampai melakukan blokade akses jalan menuju Blok Sukowati karena itu akan mengganggu operasional proyek negara yang strategis

“Kalau itu dilakukan, saya khawatir warga akan ditertibkan pihak kepolisian,”kata Lasuri.

Seperti aksi damai sebelumnya yaitu untuk menyampaikan aspirasi warga Desa Ngampel, tentang penerbitan

izin bangunan pasar Desa Ngampel, yang hingga sekarang belum diterbitkan dan tidak ada kejelasan.

Bahwa izn bangunan Pasar Desa menjadi kewenangan Bupati
sebagai persetujuan atas usaha pemanfaatan tanah Desa yang prosedur pemanfaatannya telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun
2016.

Kronologi pemanfaatan tanah Desa Ngampel tersebut,
Pemerintah Desa telah merencanakan pembangunan
Pasar Desa Ngampel, lokasi berada di Jalan Pemuda, Bojonegoro.
Pembangunan pasar Desa tersebut bertujuan menyediakan tempat usaha permanen sekaligus membuka lapangan kerja/usaha baru untuk warga warga NgampelNgampel dan sekitarnya.

Rencana pembangunan pasar itu didasarkan pada pemikiran, bahwa
sumber minyak bumi di Desa Ngampel suatu saat akan habis kandunganya, sehingga Pemdes dan masyarakat  Ngampel yang sekarang ini
memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber minyak tersebut akan kehilangan sumber penghasilan.

Untuk mengantisipasi ledakan pengangguran akibat usaha perminyakan tutup
Pemdes berinisiatif memanfaatkan tanah kas desa di Jalan Pemuda, dan Jalan Veteran, Kota Bojonegoro.

Musyarawarah Desa Ngampel yang melibatkan Pemerintah Desa, Badan Perwalian Desa, Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat
dan warga masyarakat Desa Ngampel memutuskan, lokasi tanah Desa tersebut akan dimanfaatkan untuk pasar Desa Ngampel.

Pada 25 September 2015, Kepala Desa Ngampel Pudjiyanto, mengajukan surat permohonan izin alih fungsi tanah kas desa untuk pembangunan Pasar Desa Ngampel.

Kemudian Bupati Bojonegoro, Suyoto saat itu melalui surat nomor 143/696/412.13/2015, kepada
Kepala Desa Ngampel, menyatakan sesuai hasil penelitian serta mendasarkan
pada Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 9 Tahun 2010 Tentang Desa, Pasal 202 ayat (1) huruf c, pada prinsipnya Bupati tidak keberatan/mengizinkan sebagian tanah kas Desa Ngampel eks. bengkok Kepala Dusun Persil Nomor 1 Kelas ll seluas 16.983 M2 dan eks bengkok Kepala
Urusan Pemerintahan Persil Nomor 2 kelas ll dengan luas 6.899 M2,
dialihfungsikan dari tanah pertanian menjadi non pertanian yang rencananya akan
dimanfaatkan untuk pembangunan Pasar Desa Ngampel.

Selanjutnya untuk merealisasikan rencana pembangunan pasar Desa Ngampel, Bupati melalui surat nomor 143/696/412.13/2015 kepada Kepala Desa Ngampel, meminta melaksanakan hal untuk memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk menetapkan Peraturan Desa Tentang Alih fungsi Tanah Kas Desa Ngampel dari
Pertanian menjadi non Pertanian.

Kepala Desa pun melaksanakan
arahan dan petunjuk Bupati dengan mengurus perizinan di Instansi berwenang
sebagai kelengkapan persyaratan Ijin Bangun Guna Serah Pasar Desa Ngampel,
sebagai

Sejak permohonan izin diajukan ke Kantor Dinas Penanaman Modal
dan Perizinan Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, hingga sekarang ini belum ada izin dan belum ada penerbitan IMB Pasar Desa Ngampel.

Menurut petugas pelaksana perizinan kantor Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, karena Bupati belum mau
menandatangani izin Bangun Guna Serah Pasar yang diajukan oleh Pemerintah Desa
Ngampel, tanpa alasan jelas.

Akibatnya tidak dapat ditindaklanjutinya penerbitan Ijin
Mendirikan Bangunan ( IMB) Pasar Desa Ngampel oleh kantor Penanaman Modal
dan Perijinan Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro dan berdampak pada kerugian
investasi.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini