oleh

Siswa SD Muhammadiyah Gresik Kampanye Petani Mileneal

GresikDetakpos – Para siswa SD Muhamadiyah 1 Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, mengkampanyekan menjadi petani sebagai upaya mendukung program yang digagas Pemerintah terkait petani mileneal agar masyarakat ikut menjadi penggerak ketahanan pangan, Selasa (24/9).

“Menjadi seorang petani adalah pekerjaan mulia, namun sayangnya mereka (siswa) sering menganggap bahwa petani adalah pekerjaan yang kotor dan kasar. Itu karena mereka tidak bisa membedakan antara buruh tani dan petani yang sukses tentu saja,” kata Kepala SD Muhammadiyah Wringinanom Gresik Kholiq Idris.

Kepada siswanya, ia berpedsan agar tidak malu menjadi petani saat dewasa.

Kegiatan yang digelar para siswa, lanjut dia, untuk menanamkan kebanggaan siswa pada profesi petani adalah penting. Profesi yang sering diidentikkan dengan kemiskinan, kotor, dan kasar ini hampir dijauhi oleh generasi muda bangsa.

Padahal profesi ini sangat penting karena petani adalah garda terdepan ketahanan pangan Indonesia.

Untuk menanamkan rasa bangga serta keinginan siswa untuk bercita-cita menjadi petani, adalah tujuan dari kegiatan ini.

Para siswa SD Muhammadiyah Wringinanom Gresik kampanye petani milineal. (Istimewa)

Dalam kegiatan itu, dengan berbekal topi tani atau yang biasa disebut caping, puluhan siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom melakukan “long march” sambil membagikan bibit tanaman untuk dicocok tanam.

Dengan beberapa poster yang berusaha menyampaikan pesan agar masyarakat ikut menjadi penggerak dalam ketahanan pangan bangsa serta menyukseskan rencana program petani millenial yang hendak digagas oleh pemerintah.

“Saya mau jadi petani agar nanti kita tidak impor beras dan buah,” kata siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Achmad Ritvik Ardiansyah, yang ikut dalam kegiatan itu. (*)

Sumber: SD Muhammadiyah Wringinanom
Editor: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini