oleh

Warga NU Bisa Lebih Cerdas Berpolitik di Pilpres 2019

Alhamdulillah hari ini NU genap berusia 93 tahun. NU terus mengokohkan semangat ke-Indonesia-an.

Berikut wawancara dengan Robikin Emhas,
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU sekaligus Ketua Tim Konsolidasi NU
Robikin Emhas di Jakarta, Kamis, (31/1).

Usia NU lebih tua dari Indonesia.
Kenapa NU masih bertahan hingga sekarang?

NU lahir, salah satu semangatnya mempertahankan tradisi dan khazanah budaya yang menopang ajaran dan syi’ar agama.

Bagaimana menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Tentu saja sepanjang tradisi, budaya dan adat istiadat yang ada tidak bertentangan dengan syariat Islam. Sebab agama kering tanpa budaya. Kaidah fiqhnya; al-muhafadzah ‘alal-qadim al-shalih wal-akhdzu bil-jadid al-ashlah. Melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik.

Semangat inilah pada tahun 80-an oleh Deliar Noer dikategorisasi sebagai gerakan kelompok tradisional.

Jadi meski sekarang NU telah memiliki aset pendidikan dan rumah sakit modern sekalipun, NU masih tetap digolongkan kelompok tradisional.
Kalau mau objektif, predikat tradisional yang melekat inilah sebenarnya yang membuat eksistensi NU terus menemukan aktualitasnya.

Bagi NU kemajuan sebuah peradaban penting. Tetapi tetap mengakarnya peradaban pada nilai-nilai tradisi yang lestari, menjadi hal yang jauh lebih penting.

Bukankah agama adalah institusi yang fokus pada penyebaran ajaran tentang keyakinan dan pengawalan nilai-nilai kebaikan yang berlaku secara ajeg dalam tradisi yang lestari.

Bagaimana pandangan soal kontribusi NU terhadap Negara?

NU sebagai ormas memiliki dua tanggung jawab sekaligus. Pertama keagamaan atau mas’uliyah diniyah dan kebangsaan atau mas’uliyah wathaniyah.

Tanggung jawab keagamaan NU terus mengembangkan paham keagaamaan ala ahlussunnah wal jamaah yang terkenal dengan prinsip moderasi dan wasathiyah itu.

Tangggung jawab kebangsaan NU, menjalankan komitmen kebangsaan dan kenegaraan dalam bingkai NKRI.

Dari dulu NU selalu konsisten menjalankan dua peran ini baik diminta atau tidak oleh negara. Karena itu NU tidak pernah sekali pun punya catatan makar terhadap negara.
Kalau ditanya kontribusinya apa terhadap negara, NU tak perlu diragukan lagi. NU terlibat penuh dalam perjuangan kemerdekaan. Dalam menyusun dasar-dasar negara, serta dalam menjaga negeri ini dari rongrongan dan ancaman perpecahan yang bertubi datang, baik dari luar maupun dalam. NU adalah pemilik saham sah negeri ini.

KH Ma’ruf jadi Cawapres, kira-kira dampaknya terhadap NU apa?

Politik NU adalah politik kebangsaan. Tugasnya menjaga keutuhan negara, membangun harmoni di antara masyarakat yang beragam, memperjuangkan kepentingan umat, dan lain-lain.

Dipilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden saya kira adalah hal lain.

Di luar pertimbangan-pertimbangan menyangkut personal Kiai Ma’ruf, para elite politik tentu juga mempertimbangkan basis sumber daya NU yang besar. Ini artinya kekuatan politik NU diakui.

Kami berharap dipilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai cawapres pada Pilpres April 2019 dapat memicu kesadaran dan kecerdasan politik warga NU yang lebih baik lagi.

Bagaimana NU menyikapi tuntutan Internasional setelah melihat perpecahan di beberapa negara Islam Timur Tengah?

Tema besar Muktamar NU di Jombang pada 2015 lalu adalah meneguhkan “Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan Dunia”.

Spirit dari tema ini saya kira sudah menjawab pertanyaan itu. NU berkepentingan untuk menjadikan Islam nusantara sebagai inspirasi peradaban dan perdamaian dunia.
NU berkepentingan untuk menjelaskan bahwa Islam adalah agama keselamatan dan kemaslahatan. Untuk siapa? Untuk manusia dan lingkungannya.

Untuk itu agama harus hadir dan memberi kontribusi untuk penyelesaian masalah-masalah yang ada, termasuk masalah global yang dihadapi dunia.

Bukan menjadi bagian dari persoalan dunia. Karena itu agama harus menjadi sumber inspirasi dan tidak dijadikan aspirasi politik kekuasaan.
Semangat menjalin dan meningkatkan dialog antara dunia Islam dengan dunia Barat harus dibuka kembali.

Dalam hal ini dialog lintas agama akan memberikan pengaruh positif terhadap perbedaan pemahaman dan mendorong terciptanya kedamaian, keadilan dan kesejahteraan masyarakat dunia.

Dalam pergaulan global NU berprinsip bahwa dalam hubungan sosial antar-manusia sebagai “warga dunia”, meski berada dalam komunitas-komunitas yang berbeda, umat manusia harus senantiasa merasa terikat dalam kesatuan yang utuh. Di mana hubungan internal di antara sesama muslim, tercipta keutuhan yang kita kenal sebagai ukhuwah Islamiyah. Dan dalam tata pergaulan antar-warga negara yang berbeda agama/ dan kepercayannya, terlahir keutuhan dengan bingkai kesatuan yang disebut ukhuwah wathoniyah. Dan dalam hubungan antar-manusia pada tataran global, terwujud keutuhan masyarakat dunia dengan format ukhuwah bashariyah.

Apa saja yang luput dari pandangan NU selama beberapa tahun ke belakang?

Semangat nasionalisme yang mulai hilang dari generasi muda kita. NU merasa perlu mendorong negara untuk bangkit kembali menumbuhkan kecintaan kita pada Tanah Air dan bangsa. Kenapa NU terus menggelorakan mars “Subbanul Wathon” karya KH. Wahab Hasbullah? Itu bagian dari penegasan bahwa nasionalisme itu penting. Dalam syairnya dikatakan “hubbul Wathon minal iman”, nasianlisme itu bagian dari agama.

Satu lagi, soal pemahaman hubungan agama dan negara. Indonesia bukan negara agama. Tetapi tidak perlu mempertentangkan antara agama dan negara. Konstitusi jelas menjamin kebebasan warga negaranya untuk menjalankan agama dan kepercayaannya. Dalam pandangan NU, agama dan negara justru bisa saling memperkuat.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, NU sudah berijtihad mengenai konsep negara Indonesia. Melalui bahtsul masail pada Muktamar NU ke-11 di Banjarmasin tahun 1936. NU bersepakat untuk memperjuangkan apa yang disebut negara Darussalam.

Nusantara adalah darussalam (negara damai) bukan darul kufr (negara kafir). Karena itu tidak boleh ada yang menjadikan Indonesia darul harb (negara perang), perang di media sosial sekalipun.

Pewarta/Editor A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini