oleh

Mensos: Kepesertaan PKH Maksimal Lima Tahun

MalangDetakpos.com- Menteri Sosial Juliari P Batubara mentargetkan kepesertaan keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) maksimal 5 tahun. Untuk itu, ia memerintahkan jajarannya segera membikin aturan mengenai hal tersebut.

“Peserta PKH maksimal 5 tahun, setelah 5 tahun harus segera diganti atau digraduasi. Ini untuk memberikan kesempatan kepada keluarga miskin lainnya yang layak dapat PKH bisa mendapatkan haknya,” kata Mensos Juliari P Batubara saat memberikan pengarahan koordinasi teknis SDM PKH se Kabupaten Malang, Jumat (4/13/2020).2)

Mensos mengaku selalu mendapatkan keluhan dari berbagai daerah mengenai kepersertaan PKH yang tidak berubah setiap tahunnya. “Saya sering dapat keluhan penerima PKH orangnya itu-itu saja. Padahal yang lain ada yang layak tapi karena kuotanya terbatas 10 juta dan sudah penuh maka mereka tidak bisa masuk,” tambah Mantan Ketua IMI dua periode ini.

Untuk bisa memasukan KPM baru, Dikatakan Juliari perlu adanya pembaruan data penerima manfaat. Ia melihat banyak daerah kabupaten/kota tidak melakukan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sejauh ini, ada sekitar 300-an Kabupaten/Kota yang tidak memperbaharui data selama lima tahun.”Kita jangan pelihara orang miskin. Kita kasih orang itu-itu saja,” ujarnya.

Kemensos juga akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar daerah-daerah yang tidak melakukan pembaruan data kemiskinan mendapat pengurangan dana-dana yang sifatnya dari pusat.

“Tindakan ini bukanlah ancaman, tetapi sebaliknya untuk memberi motivasi kepada daerah,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin mengatakan akan segera menindaklanjuti arahan Menteri Sosial dengan merumuskan target kepersertaan KPM PKH.

“Kita akan rumuskan secepatnya sehingga azas keadilan di PKH dapat cepat terlaksana,” jelas Pepen.

Untuk dapat memenuhi azas keadilan langkah pertama yang akan diambil Kemensos adalah meningkatkan jumlah graduasi KPM PKH dari 10 persen pada tahun ini menjadi 30 persen pada tahun depan.

“Hingga saat ini jumlah KPM PKH yang telah tergraduasi sebanyak 1.179.304 KPM hingga 30 November. Di provinsi Jawa Timur tercatat KPM graduasi sebanyak 225.183 KPM, Untuk Kabupaten Malang KPM graduasi sebanyak 8.458 KPM” tambah Pepen.

Data Kementerian Sosial mencatat jumlah bansos PKH yang telah disalurkan di Provinsi Jawa Timur senilai 5,4 triliun rupiah untuk 1.678.173 KPM. Sedangkan untuk Kabupaten Malang bansos PKH yang disalurkan senilai 286 miliar rupiah untuk 91.804 KPM.

Untuk menekan penyebaran TBC, dikatakan Pepen sesuai arahan Presiden mulai tahun depan memasukkan unsur TBC dalam bantuan PKH.

“Bantuan untun TBC harapannya digunakan mereka untuk berobat hingga sembuh. Menindaklanjuti arahan Presiden pada tahap IV penyaluran bansos PKH di Provinsi Jawa Timur tercatat KPM PKH Penderita TBC yang sudah diberikan bantuan sebanyak 84 KPM dan di Kabupaten Malang baru terlaporkan dibantu sebanyak 3 KPM,” jelas Pepen.

“Khusus untuk PKH di Provinsi Jawa Timur telah berkontribusi dalam mengurangi stunting dan gizi buruk melalui bansos Komponen Kesehatan pada kategori anak usia dini sebanyak 344.964 orang dan ibu hamil sebanyak 10.438 orang. Di kabupaten Malang anak usia dini tercatat sebanyak 16.806 orang dan ibu hamil sebanyak 629 orang,” imbuhnya.

Dalam Rakornis SDM PKH di ikuti SDM PKH Kabupaten Malang sebanyak 326 orang yang terdiri dari 3 korkab, 9 APD dan 314 Pendamping secara virtual. Sedangkan peserta yang hadir dalam kesempatan ini sebanyak 38 orang terdiri dari  1 orang Koordinator Wilayah, 3 Orang Koordinator Kabupaten, dan 34 Koordinator Kecamatan serta Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten. Sebagai protokol Kesehatan kami telah melaksanakan Rapid Test kepada seluruh peserta dan panitia.

Dalam kesempatan ini pula, sebanyak 3 orang SDM PKH berprestasi yang telah menggraduasi KPM Sejahtera Mandiri terbanyak mendapatkan sertifikat penghargaan dan hadiah dari Bapak Menteri Sosial RI.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini