Jakarta–Detakpos.com-Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia membengkak 3,7 persen menjadi US$ 423,1 miliar atau setara Rp6.000 triliun dengan kurs Rp14.189 per dolar AS pada akhir kuartal III 2021.
Respon Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet)
meminta Kementerian Keuangan untuk berupaya menumbuhkan perekonomian nasional, guna memperkecil utang luar negeri.
“Serta mengevaluasi pertumbuhan utang, dikarenakan pertumbuhan utang tersebut disebabkan oleh kenaikan pertumbuhan ULN di sektor publik dan swasta,”ungkap Bamsoet di Jakarta, Senin (15/11/2021).
Selain itu dia meminta Kemenkeu memetakan sektor-sektor yang paling berdampak besar pada membengkaknya ULN, agar dapat dievaluasi dan diperbaiki lebih lanjut sehingga sektor-sektor tersebut dapat lebih ditekan.
Kemenkeu juga perlu memastikan dan berupaya agar struktur ULN Indonesia di kuartal berikutnya tetap sehat dan terkendali, dengan mengembangkan perekonomian rakyat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah/UMKM.
“Kementerian Keuangan dan institusi terkait dapat melakukan pengelolaan utang secara baik dengan cara mendorong penerimaan dari perpajakan,”tambah dia.
Kemenkeu juga perlu memperhatikan komposisi ULN tetap terjaga, dan memperhatikan agar ULN dapat sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan kegiatan produktif lainnya.
(d/2)
Editor: A Adib






