oleh

Dulu Kerontang, Doudo Kini Hijau Merindang

Penawarta: Arya

GresikDetakpos – Doudo boleh terbilang cukup asing untuk nama suatu desa. Nama Doudo berasal dari singkatan Bahasa Jawa “podo udo” atau telanjang bersama-sama.

Doudo dulu dikenal sebagai desa yang kering dan kekurangan air sehingga warga desa terbiasa mandi bersama-sama di satu-satunya telaga yang ada di desa.

Hal tersebut berangsur berubah ketika desa mendapat bantuan pengeboran sumur dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik. Perlahan akses air bersih mulai dapat dinikmati. “Kami di Pertamina EP Asset 4 Field Poleng turut serta terjun dalam memperluas akses air ke rumah-rumah penduduk dengan bantuan pompa pada 2017”, ujar Andri Haribowo selaku Poleng Field Manager.

Lebih lanjut, Andri menambahkan bahwa ketersediaan air kini dapat dinikmati 357 Sambungan Rumah (SR) dan menambah geliat gerakan lingkungan dan ekonomi di desa tersebut. Doudo yang dulu dikenal sebagai desa yang kering kerontang telah berubah menjadi desa yang bersih, hijau, dan rindang.

Desa ini juga acap menjadi desa percontohan dan menjuarai berbagai kompetisi lingkungan baik tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional.

“Tanggal 13 Juli lalu, misalnya, Desa Doudo mewakili Kabupaten Gresik dinobatkan sebagai juara pertama Lomba Bersih dan Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur dan mendapat Prakarti Utama II tingkat Nasional”, jelasnya.

Semangat warga Desa Doudo untuk membangun lingkungan tumbuh dan mengalir bersama aliran air bersih yang dinikmati.

Pertamina EP mendukung pengembangan lingkungan melalui program-program CSR di antaranya pembuatan biopori, greenhouse, dan tanaman obat keluarga (TOGA).

Menariknya, apa saja yang ada di tangan warga Desa Doudo, tidak akan berhenti menjadi sesuatu yang biasa. Sebut saja biopori.

Lubang penambah resapan air tanah yang sudah masyhur di telinga masyarakat ini, mendapat nilai lebih ketika diubah menjadi Biopori Plus.

Di Biopori Plus, lubang resapan juga dimanfaatkan sebagai media pembuat kompos alami. Sampah organik yang dulunya dibuang dan dibakar begitu saja, kini dimasukkan ke lubang Biopori Plus untuk diproses secara alami menjadi kompos.

Kompos yang sudah siap diangkat, diambil menggunakan alat biopori plus hasil inovasi warga Desa Doudo sendiri. Tidak hanya itu, dengan tangan dingin warga Desa, sebanyak enam RT yang ada di Desa seluas 102 hektar tersebut disulap menjadi Kampung-Kampung Tematik berbasis Lingkungan.

Kampung Si Cantik Cerdas sebagai kampung sehat yang melawan jentik nyamuk, Kampung Sayur penghasil sayur mayur bergizi tinggi, Kampung TOGA yang siap sedia dengan berbagai tanaman obat keluarga, Kampung E-Link alias kampung edukasi lingkungan.

Kampung 3R yang akan menghemat, menggunakan, dan mengelola kembali sampah-sampah daur ulang, dan Kampung Aloe Vera yang ditumbuhi lidah buaya di berbagai sudut kampungnya. “Saya bangga dengan warga Desa Doudo, semangatnya luar biasa, desanya hijau dan asri.

Desa Doudo adalah Keluarga Besar Pertamina EP Asset 4 Field Poleng, terlebih kami memiliki salah satu lapangan yang ada di Desa ini yakni Lapangan Suci. Oleh karenanya, kami berkomitmen untuk terus selalu bersinergi membangun Desa Doudo bersama-sama”, kata Andri Haribowo. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini