oleh

Izin Kilang Beres BBS Minta Alokasi Minyak

BojonegoroDetakpos – Setelah memperoleh izin untuk membangun “mini refenery” berkapasitas 10 ribu barel PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) BUMD Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur,  mengajukan permohonan alokasi minyak kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM.

“Kita sudah mengirim surat ke Dirjen Migas beberapa hari lalu dengan dilampiri izin pembangunan kilang yang sudah didapat,” Kata Direktur PT BBS Bojonegoro Tonny Ade Irawan, Sabtu (24/6/2017).

Ia juga menjelaskan surat yang disampaikan kepada Drjen Migas itu merupakan langkah lanjutan paska diperolehnya ijin pembangunan kilang.

Di dalam surat yang disampaikan disebutkan  permohonan minyak mentah (crude oil) untuk kebutuhkan kilang minyak sebanyak 10 ribu barel per hari.

“Besarnya alokasi minyak mentah sesuai kapasitas kilang yang akan dibangun,” katanya menegaskan.

Menurut dia, surat yang disampaikan itu juga merupakan usaha untuk menagih janji kepada Dirjen Migas bahwa kalau BBS sudah bisa memperoleh izin pembangunan kilang maka akan memperoleh alokasi minyak mentah.

Sebelum ini, kata pria yang pernah menjadi wartawan,  ini pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan alokasi minyak mentah untuk kilang yang direncanakan.

Tapi, lanjut dia, Dirjen Migas kementrian ESDM mensyaratkan BBS harus mengurus izin pembangunan kilang terlebih dulu.

” Saat itu diibaratkan akan diberi mobil (minyak) tapi harus punya SIM (izin) dulu,” tuturnya.

Oleh karena itu, masih menurut dia, setelah mendapatkan izin yang diibaratkan SIM kemudian BBS menagih mobil (minyak mentah) sebagaimana yang dijanjikan.

Sebab, tambah dia, proses pembangunan kilang ini sudah tiga tahun melakukan berbagai proses dengan menghubungi berbagai pihak tanpa ada kejelasan.

“Izin pembangunan kilang baru diperoleh dua pekan lalu, padahal proses mengurus sudah berjalan sekitar tiga tahun,” katanya menegaskan.

Yang jelas, katanya, apabila alokasi segera diberikan maka pembangunan kilang minyak kedua di Bojonegoro bisa dilakukan. Alasannya tanpa alokasi minyah mentah akan sulit membangun kilang minyak.

“Nanti kita bangun ternyata tak dapat alokasi minyak tentu akan beresiko karena nilai investasinya tidak kecil,” ujarnya menegaskan.

Dalam membangun kilang minyak PT BBS bekerja sama dengan mitra PT Tierra Energi Perkasa Jakarta dengan  membentuk Joint Operation (JO). Kilang minyak dengan kapasitas 10 ribu barel per hari itu, dengan hasil utamanya direncanakan “High Speed Diesel” (HSD) atau solar. (tim detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini