oleh

Kilang Minyak Tuban, Pihak NGRR Siapkan Tali Asih

TubanDetakpos-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam menyatakan, warga penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Wadung Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang lahannya dijadikan lokasi Kilang Minyak New Grass Root Refinery (NGRR), akan mendapatkan tali asih dalam waktu dekat.

Perusahaan patungan Pertamina dengan Rosneft (Rusia) yang melaksanakan proyek ini, saat ini tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan.

 “Pertamina dan perbankan telah menyiapkan tali asih dan diharapkan masyarakat sudah menyiapkan rekening, sehingga masyarakat bisa menikmati ganti untung ini dalam waktu dekat ini. Nilainya sudah ditetapkan berdasarkan hitungan,” ungkap Ridwan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Kantor Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, baru baru ini.

Ridwan menambahkan, proyek pembangunan kilang baru ini cukup besar, sehingga membutuhkan lahan tanah yang cukup luas juga, berkisar 800 hektare.

Namun lahan tanah yang tersedia baru setengahnya di antaranya berasal dari lahan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga ada kemungkinan opsi akan dilakukan reklamasi untuk memenuhi kekurangan lahan tersebut.

“Kami dari Komisi VII DPR RI meminta agar pemerintah, dalam hal ini Pertamina dapat melakukan peletakan batu pertama agar proyek ini segera dimulai, agar masyarakat dapat meninkmati kilang-kilang baru di Indonesia. Selain di sini, ada satu lagi yaitu kilang di Bontang yang kita harapkan akan menjadi kilang baru di Indonesia,” ungkapnya.

 Politisi Partai Golkar ini optimis, kilang ini nantinya akan menjadi kebanggan bangsa Indonesia. Ridwan memastikan, pihaknya akan mendukung dalam upaya memenuhi pasokan energi nasional, dan ditargetkan proyek kilang baru ini pada 2025 sudah bisa beroperasi.

 Sebagaimana diketahui, kilang baru ini diperkirakan mampu memproduksi bensin sebesar 80 ribu barel per hari (bph), solar 99 ribu bph, dan Avtur 26 ribu bph. Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

Sumber: DPR.go.id
Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini