oleh

Walhi: RTH Kurang 20%, EMCL Perlu Diberi Sanksi

SurabayaDetakpos– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jatim menilai Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), mesti mendapat saksi karena tidak memenuhi 20 persen pembuatan ruang terbuka hijau.

Direktur Eksekutif Walhi  Jatim Rere Christanto mengatakan, merujuk ke Undang-Undang (UU), 32 th 2009, jika tidak sesuai dengan ketetapan tata kelola lingkungan, bisa dilakukan teguran, sanksi administrasi, hingga pidana.

Hal itu diungkapkan Rere menanggapi pemberitaan bahwa di sekitar lokasi eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Banyuurip yang dikelola EMCL sampai akhir tahun 2017, belum ada 10 persen.

Padahal dalam analisa dampak lingkungan (Amdal), operator harus membuat ruang terbuka hijau hingga 20 persen.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkung Hidup (DLH), Nurul Azizah mengatakan,  pembuatan ruang terbuka hijau yang sudah tertera dalam amdal oleh operator lapangan Banyuurip belum dilaksanakan secara keseluruhan.

”Ketika ditanya EMCL selalu menjawab sama, yaitu sudah terkaver dalam program perusahaan,”ujar dia. Dari jawaban yang diberikan perusahaan tersebut, pihak DLH tidak mendapatkan kepastian jawaban.

Untuk sekarang ini, menurut dia, pembuatan ruang terbuka hijau di sana belum mencapai 10 persen dari komitmen yang dibuat di Amdal, sehingga belum memenuhi standart RTH publik.

Juru bicara EMCL Rexy Mawardijaya mengeklaim, kalau selama ini mereka selaku operator migas di lapangan Banyuurip sudah melaksanakan kewajiban dengan membuat ruang terbuka hijau. Namun dia mengakui belum sampai dengan 20 persen. Tetapi akan terus dilaksanakan penanaman pohon. (d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini