oleh

Indonesia Sulit Goyahkan Keperkasaan Korsel

Gresikdetakpos -Indonesia sulit menggoyahkan keperkasaan Korea Selatan. Indonesia harus puas di peringkat ke-4 Kejuaraan Bola Voli Asia Senior Putra ke-19. Dalam pertandingan di Gelanggang Olahraga Tridharma Gresik Selasa (1/8, tim besutan Samsul Jais itu menyerah 0-3(16-25, 21-25, 13-25) atas Tim Negeri Ginseng..

Pelatih Korsel Kim Hochul menuturkan serangan dan pertahanan timnya kuat karena berbekal pengalaman tanding dengan tim kuat Kazakhstan. Timnya berkonsentrasi pada latihan dan fokus menghadapi Indonesia setelah kalah atas Kazakhstan 2-3.

‘Indonesia tim bagus, hanya saja kekompakan tim Indonesia kurang. Setiap pertambahan angka diselebrasikan dengan semua mengitari lapangan untuk menguatkan kekompakan timnya,” kata Kim.

Asisten Pelatih Indonesia Andri Widyatmoko bersyukur apa pun hasilnya Indonesia masuk empat besar. Kejuaraan Asia ini bisa diambil sisi positifnya sebagai bahan evaluasi kelebihan dan kekurangan tim untuk persiapan SEA Game nanti. Lewat kejuaraan Asia ini Indonesia punya mitra tanding tim tim kuat.

Setelah ini ada persiapan dua pekan untuk SEA Games. Sisa waktu itu dimanfaatkan untuk pemulihan fisik dan psikis pemain setelah bertanding secara marathon. ‘Pemain harus menjaga kondisi karena latihan dan istirahat sama-sama pentingnya,’ kata Andri.

Performa melawan Korsel saat ini memburuk dibanding pertemuan sebelumnya di babak delapan besar. Pada babak delapan besar di pul E. Indonesia dikalahkan Korea Selatan 1-3 (22-25, 25-20, 14-25, 16-25)

Sejumlah pemain sakit semam, flu batuk. Tetapi tidak bisa sembarang meminum obat karena dikhawatirkan mengandung doping.

Saat melawan Iran sebenarnya tim juga kurang fit, tetapi puncaknya hari ini. Pelatih Kepala Indonesia Samsu Jais ikut menurun kesehatannya. Kondisi fisik yang menurun juga membuat pikiran kurang segar sehingga pola permainan seperti kurang arah dan pemain kurang konsentrasi.

‘Pelajaran lain dari event ini kami akan mengantisipasi pertandingan marathon punya gambaran mengantisipasi kesehatan.Kondisi psikis juga perlu dijaga. Tapi apa pun hasilnya kami telah membuktikan bisa mencatatkan sejarah masuk empat besar,’ papar Andri.

Kapten Tim Agung Seganti menuturkan saat laga lawan Korsel kali ini lemah di penerimaan bola. Set kedua nyaris mengambil kemenangan tetapi saat ada pergantian pemain malah kurang solid. Pemain pengganti seperti Dio Zulfikri kebingungan saat menjadi cadangan. ‘Yang jelas kami merasakan atmosfer melawan tim berat. Itu jadi sarana belajar menghadapi SEA Games,’ ujarnya.

Kejuaraan ini juga jadi ajang saling intip kekuatan tim SEAGames terutama Thailand yang banyak dihuni pemain muda. Pada SEA Games juga berlangsung marathon, di awal-awal laga kalau tidak ada perubahan jadwal Indonesia akan menghadapi Timor Leste, Filiphina, Vietnam. (tim detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini