Merdeka!
Jakarta – Detakpos.com – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya saudara Alfian Kurniawan dan korban lainnya akibat bentrokan antara warga dan aparat di sejumlah daerah. DPP PA GMNI menilai bentrokan ini meningkatkan eskalasi yang mengganggu stabilitas politik dan keamanan nasional.
Dalam seruan moralnya, DPP PA GMNI mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga persatuan, merawat ketertiban, dan memperkuat solidaritas di tengah tantangan politik dan keamanan yang dinamis. Berlandaskan nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan gotong royong, berikut adalah lima poin pernyataan sikap DPP PA GMNI:
1. Tegakkan Keadilan dan Dengarkan Suara Rakyat
DPP PA GMNI menyerukan agar pemerintah dan pemangku kepentingan segera menegakkan keadilan secara cepat, transparan, dan tidak pandang bulu terhadap tuntutan masyarakat dan mahasiswa. Aspirasi publik harus didengar dan ditindaklanjuti melalui mekanisme partisipasi yang bermakna, seperti rapat dengar pendapat terbuka, publikasi data kebijakan, dan kajian dampak sosial-ekonomi yang bisa diakses publik.
Selain itu, DPP PA GMNI menuntut penegakan hukum yang independen, transparan, dan akuntabel, perlindungan saksi/korban, keterbukaan informasi publik, serta sanksi tegas bagi pelanggar prosedur dan HAM. Seluruh pihak juga harus dijamin mendapatkan proses hukum yang adil (due process of law).
2. Presiden Harus Gelar Musyawarah Nasional Mendengar Aspirasi Rakyat
DPP PA GMNI menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin musyawarah nasional. Acara ini diharapkan dapat mengundang tokoh agama, adat, akademisi, perwakilan mahasiswa, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, tokoh pers, dunia usaha, dan pimpinan lembaga negara.
Musyawarah ini perlu memiliki agenda yang jelas, berbasis data, dan menghasilkan peta jalan kebijakan yang responsif untuk mewujudkan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan antarwarga secara cepat dan berkelanjutan.
3. Jaga Persatuan, Gotong Royong, dan Rawat Demokrasi
Seluruh elemen bangsa diajak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh kejadian di lapangan maupun informasi yang belum terverifikasi. DPP PA GMNI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat gotong royong, menjaga ketertiban umum, serta merawat proses demokrasi demi terwujudnya keadilan sosial bagi rakyat.
4. Hadirkan Teladan Kesederhanaan dan Empati dari Elit Negara
DPP PA GMNI menghimbau para pejabat, baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, agar senantiasa menunjukkan gaya hidup sederhana, berempati kepada rakyat, dan mengutamakan efisiensi anggaran. Kebijakan dan perilaku pejabat harus mencerminkan solidaritas terhadap beban ekonomi rakyat dan memprioritaskan belanja publik pada kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Jangan membuat kebijakan yang justru membebani rakyat.
5. Jangan Merusak Fasilitas Publik
DPP PA GMNI menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menjaga fasilitas publik, karena semua itu dibangun dengan uang pajak rakyat. Kerusakan fasilitas publik hanya akan merugikan masyarakat luas.
”Seruan untuk Bangsa” ini disampaikan sebagai ikhtiar moral dan intelektual dari para alumni GMNI untuk menjaga marwah demokrasi berdasarkan Pancasila. DPP PA GMNI menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam musyawarah, mediasi sosial, dan kerja-kerja kemanusiaan demi Indonesia yang lebih adil dan beradab.
Merdeka!






