Dua Kades Tersangka, Perangkat Desa Baru Tetap Dilantik

Pewarta: Jarwati

BojonegoroDetakpos-Dua kepala desa (kades) menjadi tersangka di Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, karena dugaan kasus penggelapan uang saat proses tes pengisian perangkat desa serentak di 394 desa.

Namun hal itu tidak mempengaruhi tahapan pengisian perangkat desa, pasalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan tetap memastikan semua desa melakukan pelantikan untuk calon perangkat yang mendapatkan nilai tertinggi.

Ketua Tim Pengisian Perangkat Desa Tingkat Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito mengatakan, perangkat desa baru akan tetap dilantik sebagai mana mestinya. Sebab mereka sudah mendapatkan nilai tertinggi saat tes tulis pada, Kamis (26/10).

Tidak ada kaitan kepala desa (kades) yang menjadi tersangka dengan pelantikan perangkat desa yang baru. ”Jadi akan tetap berjalan, sebagaimana tahapannya. Sebab kalau kades yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan terbukti bersalah akan diberhentikan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab), ” kata Djoko.

Pemerintah akan melantik PJ untuk menggantikan kades yang terbukti bersalah, dan yang akan melakukan pelantikan adalah PJ.

Sementara untuk jumlah desa yang belum mengajukan rekomendasi perangkat desa ke pemerintah kecamatan masih ada 18 deaa dari 394 desa yang menyelenggarakan pengisian perangkat.

“Data yang sudah masuk pada kami saat ini sudah ada 44 desa yang melakukan pelantikan. Sedangkan yang sudah mengirim rekomendasi 332, dan sisanya belum mengirim rekomendasi, ” jelasnya.(*detakpos).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *