oleh

Pakde Karwo Pamitan

SurabayaDetakpos– Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo berpamitan kepada seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati/wali kota dan tokoh masyarakat Jatim. Sembari berpamitan, Pakde Karwo-sapaan akrabnya, juga menyampaikan kesan dan pengalamannya selama sepuluh tahun memimpin Jatim.

“Saya bersama istri, kemudian Pak Wagub dan Bu Fatma, mohon pamit.  Selanjutnya, kereta atau kapal ini akan dilanjutkan oleh Bu Khofifah dan Pak Emil Dardak,” kata Pakde Karwo saat Mohon Diri dan Silaturahmi dengan Forkopimda,  Bupati/Walikota, dan tokoh masyarakat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, malam.

Pakde Karwo mengatakan, telah banyak kenangan manis dan pengalaman berkesan selama memimpin Jatim. Di antaranya, dewasanya masyarakat Jatim dalam berdemokrasi, sangat berpikiran terbuka atau open minded, serta mampu hidup berdampingan secara damai, meskipun terdiri atas berbagai suku, agama, dan ras.

“Masyarakat Jatim yang plural, dapat berjalan bersama dan saling berdampingan, serta terbuka atas hal-hal baru yang baik, dan sungguh-sungguh meneruskan nilai-nilai lama yang baik dalam kehidupan,” puji Pakde Karwo seraya menambahkan, bahwa inilah cerminan Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

Orang nomor satu di Jatim ini juga mengapresiasi terhadap harmonisnya hubungan antara eksekutif dan legislatif;  di mana dalam sepuluh tahun ini, tidak pernah sekalipun dirinya bersama anggota DPRD Jatim melakukan pengambilan keputusan dengan cara voting, melainkan mengedepankan musyawarah mufakat.

“Memang perlu waktu lebih lama di musyawarah mufakat, tapi itu cara dan nilai yang sangat baik,” ujar Pakde Karwo seraya mengatakan bahwa  DPRD Jatim juga telah berkontribusi dalam membangun kultur politik, dengan landasan yang landai dalam setiap pergantian pemerintah di masa transisi.

Gubernur kelahiran Madiun ini juga mengatakan, dirinya bersyukur dikelilingi oleh orang-orang hebat, khususnya para tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang sudah bekerja sama dengan solid. Seperti pada Tahun 2010, pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim memiliki program penghapusan lokalisasi dan membentuk Ikatan Dai Lokalisasi (Idial).

“Alhamdulillah, terakhir pada 2016 lokalisasi di Mojokerto ditutup. Total ada 47 lokalisasi yang dihapus,” katanya sembari melanjutkan bahwa keberhasilan itu berkat kerja semua pihak, termasuk dukungan rakyat Jatim.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Terpilih Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengatakan, Pakde Karwo telah memberikan banyak keberhasilan luar biasa selama memimpin Jatim, termasuk keberhasilan menjalin hubungan yang akrab, baik secara vertikal, maupun horizontal, sehingga pembangunan berjalan lancar.

“Keberhasilan itu akan menjadi catatan kami, tentu kami berharap mendapatkan support yang sama,” katanya sembari menambahkan bahwa support tersebut akan memperkuat, melanjutkan, serta meningkatkan capaian-capaian sukses Jatim di bawah kepemimpinan Pakde Karwo.

Hadir dalam kesempatan ini, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si, Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Wintoro Yulianto, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Wakil Bupati Trenggalek Moh Nur Arifin, Ketua MUI Jatim, Abdussomad Bukhori dan sejumlah tokoh lain.

Sumber:humasjatim

Ediror : A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini