Pemkab Bojonegoro Ancam Polisikan PEPC dan Segel Proyek JTb

Pewarta:Jarwati

BojonegoroDetakpos-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan melaporka PT Pertamina EP Cepu (PEPC), kepada pihak yang berwajib, apabila tidak membayar pajak galian tanah dalam projek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTb).

Pasalnya pemkab tidak ingin kejadian di lapangan Banyuurip terulang lagi, di mana pajak galian tanah yang mencapai miliaran rupiah tidak masuk ke kas daerah, dan menghilang begitu saja.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Herry Sudjarwo mengatakan, dalam proses awal pengerjaan proyek di JTB belum ada pembayaran pajak galian tanah sampai sekarang.

Padahal Bapenda sudah mengirimkan surat peringatan kepada operator JTB, yaitu PEPC. Selain itu surat peringatan juga dikirimkan ke PT Pembangunan Perumahan (PP) yang melaksanakan pekerjaan sipil untuk pengurukan jalan Unitisasi lapangan gas JTB.

Perusahaan yang menjalankan projek JTB memang belum membayar pajak, sampai diberikan surat peringatan. Tetapi juga belum ada jawaban dari perusahaan.

”Kami akan mengirim surat peringatan lagi agar mereka segera membayar. Sebab kami telah kehilangan uang pajak galian tanah dari lapangan banyuurip, jangan sampai di JTb juga terjadi, ” kata Herry.

Dia menambahkan, ke depan pemkab akan bekerja sama dengan kejaksaan dan juga kepolisian untuk menyelesaikan masalah pajak galian tanah, yang tidak dibayar oleh PEPC selaku operator unitisasi lapangan gas JTb.

Sebab nilai dari pajak, mampu menyumbang pendapatan asli daerah. “Kalau mereka ngotot tidak bersedia membayar pajak, kami akan mengambil langkah untuk menyegel proyek JTb. Selain itu, kami akan pasang papan yang menyatakan proyek JTb tidak membayar pajak, ” jelas dia.

Dikonfirmasi secara terpisah Public Goverment Affair Manager PEPC, Kunadi mengungkapkan pihaknya belum mengetahui mengenai surat peringatan dari Pemkab Bojonegoro, tentang pembayaran pajak galian tanah yang belum terbayar.

“Mohon maaf kami belum tahu mengenai hal ini, tetapi kami akan segera melakukan pengecekan,” tutur dia.(*/detakpos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *