Bojonegoro – Detakpos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kontraktor yang berkonstribusi di daerah setempat siap melaksanakan keterbukaan data kontrak untuk diumumkan kepada masyarakat.
“Apabila kontraktor ingin berkontribusi di Bojonegoro maka harus siap untuk melaksanakan keterbukaan data kontrak,” kata Asisten II Pemkab Bojonegoro Setyo Yuliono, Rabu (25/1/2017).
Dengan adanya keterbukaan data kontrak, lanjut dia ketika berbicara dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) I Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Bojonetgoro dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I ASKONAS Jatim, masyarakat tahu pemegang tender.
“Masyarakat bisa ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan,” ucapnya menegaskan.
Apalagi, lanjut dia, daerah setempat mewakili Indonesia dalam “Open Government Partnership
” atau keterbukaan Pemerintahan.
Pada kesempatan itu Kepala Bakorwil Jatim, Edi Supaji menjelaskan bahwa bisnis kontraktor merupakan bisnis yang banyak memiliki persaingan.
Oleh karena itu, ia mengharapkan kontraktor di Jatim mampu menyediakan barang dan jasa yang berkualitas.
“Kita juga fokus dalam pembinaan terhadap penyedia jasa kontraktor, dengan mengadakan pelatihan kepada kontraktor agar kinerjanya sesuai dengan standard,” tuturnya.
Di lain pihak, lanjut dia, Pemerintah juga meningkatkan jumlah kontraktor yang bersertifikasi untuk mendukung pemerataan pembangunan.
Ia juga mengatakan kontraktor harus memiliki manajemen yang bagus bagi para pelanggan jasa kontraktor.
Dalam acara Sekretaris DPW ASKONAS Jatim, Hamzah membaca deklarasi gerakan masyarakat peduli beli produk dalam negeri, dengan diikuti seluruh DPC se Jatim, sekaligus penandatanganan deklarasi oleh pemkab, ASKONAS dan BRI.
Ketua Umum ASKONAS Jatim, Supai M. Nur, menambahkan adanya globalisasi mendorong masuknya barang luar negeri dengan harga yang lebih murah.”Tapi kita juga harus bisa lebih mencintai produk dalam negeri, bukan malah mencintai atau membeli produk luar negeri,” ujarnya. (humas/detakpos)






