oleh

Presiden Minta Manfaatkan Predikat Negara Layak Investasi.

 JakartaDetakpos– Presiden Joko Widodo bersama jajarannya merumuskan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, dengan memanfaatkan predikat negara layak investasi.

Sidang kabinet paripurna dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri anggota Kabinet Kerja digelar di Istana Merdeka pada Selasa, 29 Agustus 2017.  Presiden secara khusus menyinggung momentum di depan mata dan menunggu untuk dimanfaatkan.

“Sekarang ini kita memiliki momentum kepercayaan internasional terhadap negara kita Indonesia. Momentum tidak akan datang dua atau tiga kali. Ini sudah ada di tangan,” tegas Presiden dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Senin, (29/8/2017).

Diketahui,  beberapa waktu lalu Indonesia telah memperoleh predikat negara layak investasi. Penilaian dan predikat tersebut disematkan oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings, Moody’s, dan Standard and Poor’s. Selain itu, United Nations Conference on Trade and Developments (UNCTAD) pada Juni lalu menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 sebagai negara tujuan investasi yang prospektif dalam kurun waktu 2017-2019.

Dalam daftar tersebut, Indonesia mampu melesat ke posisi keempat setelah sebelumnya hanya berada pada posisi kedelapan.Situasi di dalam negeri juga memberikan dukungan bagi upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Inflasi yang terus terjaga di bawah 4 persen dalam kurun waktu 2015-2016 lalu misalnya, merupakan salah satu momentum yang juga patut untuk dimanfaatkan.

“Selanjutnya juga turunnya BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 4,5 persen, ini juga momentum. Momentumnya ini bertumpuk-tumpuk, jangan sampai ada yang tidak mengerti momentum ini. Secepatnya kita memperbaiki di dalam kementerian masing-masing, di lembaga-lembaga yang ada, agar momentum itu betul-betul memberikan manfaat pada rakyat dan negara,” kata mantan gubernur DKI Jakarta ini menambahkan.

Presiden  menyadari, kunci dari peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional ada di investasi. Maka itu, selama dua tahun belakangan ini, pemerintah berupaya keras untuk mengurangi hambatan-hambatan yang ada bagi dunia investasi di Tanah Air. Hal itu terbukti dari peringkat kemudahan berusaha Indonesia yang naik ke peringkat 91 setelah sebelumnya pernah berada di peringkat 120 pada tahun 2015 dan 109 di tahun 2016.

“Oleh sebab itu, jangan sampai ada kementerian-kementerian yang masih menghambat dan belum peduli terhadap momentum ini sehingga masih bekerja rutinitas, monoton, dan tidak memiliki terobosan.”.(d3/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini