oleh

Profesor ”Turun Gunung” Suskeskan Desa Sejahtera Mandiri

Takalar – Detakpos – Sejumlah guru besar dan pimpinan dari berbagai perguruan tinggi dari Jawa, Sumatera, Maluku, Kalimantan dan Sulawesi turun gunung ikut menyukseskan Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang digagas Kementerian Sosial.

Dua desa yang dijadikan Desa Sejahtera Mandiri di wilayah Sulawesi Selatan yaitu Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar dan Desa Lonrong, Kabupaten Bantaeng. Peresmian keduanya dilakukan di Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, kerja sama dengan Universitas Muslim Indonesia, Selasa (1/8/2017), dirangkai dengan Pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III.

“Partisipasi aktif perguruan tinggi akan mempercepat berdirinya desa sejahtera mandiri. Targetnya 2019 nanti berdiri sebanyak 5.000 Desa Mandiri. Sementara Kementerian Sosial nelalui Direktorat Jebdral Pemberdayaan Sosial mengambil peran dengan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi melalui Kuliah Kerja Nyata mahasiswa. Target Desa Mandiri tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN),” ungkap Khofifah.

Dikatakan, desa yang menjadi percontohan DSM nantinya diharapkan akan terpenuhi berbagai kebutuhan dasarnya termasuk perlindungan sosialnya, misalnya menerima program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), Kelompok Usaha Bersama (Kube), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Khofifah menerangkan, hingga saat ini terdapat kurang lebih 20 perguruan tinggi yang telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Sosial. Antara lain, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Ciputra Surabaya.

Juga Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, STKS Bandung, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember, IAIN Antasari Banjarmasin, Universitas Mulawarman Samarinda, dan Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Menurut Khofifah, apa yang dilakukan Kementerian Sosial ini adalah wujud implementasi nawacita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Pemerintah, kata dia, ingin memberdayakan dan mengangkat derajat masyarakat di desa.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menyaksikan pencairan PKH Tahap III. Adapun total bantuan PKH yang dikucurkan untuk Kabupaten Takalar Tahun 2017 sebesar Rp12 miliar untuk 6.351 KPM. Selain itu juga diserahkan bantuan beras sejahtera (Rastra) bagi 16.117 keluarga dengan nilai bantuan sebesar Rp 22,1 miliar.

Serta bantuan sosial disabilitas bagi 333 jiwa senilai Rp999juta dan bantuan sosial lanjut usia Rp212 juta untuk 106 jiwa. Total bansos untuk Belitung Timur Rp70,6 miliar. (d2/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini