oleh

1.500 Warga Bojonegoro Mengungsi Akibat Banjir

Penawarta: Hadi

Bojonegoro
Detakpos – Sekitar 1.500 warga di sejumlah desa di Kecamatan Kalitidu dan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian akibat banjir luapan Bengawan Solo, Jumat (23/2).

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan warga terdampak luapan Bengawan Solo, sebanyak 1.249 kepala keluarga (KK) di 60 desa yang tersebar di 11 kecamatan, antara lain, Kecamatan Kalitidu, Kota, Trucuk, Kanor, juga kecamatan lainnya.

“Bengawan Solo siaga merah. Masyarakat yang belum terdampak segera persiapan menghadapi genangan air di dalam rumah. Untuk warga yang berada di pengungsian tetap tenang, tim medis dan bantuan logistik makanan, pakaian akan terus memberikan pelayanan,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto.

Selain merendam ribuan rumah, banjir banjir luapan air Sungai Bengawan Solo juga menggenangi ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan palawija, belimbing dan jambu di Kecamatan Kalitidu.

“Taksir kerugian sementara mencapai Rp460.000.000,-. Data akan terus kita update, termasuk data ketinggian air Sungai Bengawan Solo,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Andik Sujarwo.

Pihaknya sudah mengerahkan puluhan personil sejak Jumat sore untuk melakukan penutupan “doorlats” atau pintu lintas rumah penduduk yang dibuat dengan menjebol tanggul agar air Bengawan Solo tidak masuk ke wilayah perkotaan.

“Semua masyarakat kami imbau tetap tenang. Tidak panik saat wilayahnya tergenang air. Tim BPBD siap siaga melakukan evakuasi warga dan melakukan patroli pada titik-titik tanggul Bengawan Solo yang rawan,” kata dia menjelaskan.

Ia juga meminta seluruh camat dan instansi terkait terus meng-update perkembangan wilayah yang tergenang, serta melaporkan data rumah dan fasilitas umum yang tergenang air.

Ia menyebutkan ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) masuk siaga III-merah dengan ketinggian mencapai 15,06 meter, pukul 20.00 WIB. Kondisi air di Bojonegoro masih akan terus naik, meski di papan duga Karangnongko megalami sedikit penurunan.

“Puncak air Sungai Bengawan Solo saat ini berada di Kota Bojonegoro, kemudian akan beralih pada hilir Bengawan Solo Bojonegoro di Kanor dan Baureno yang puncaknya banjir pada besok pagi sampai siang,” kata dia menjelaskan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini