oleh

10 Tahun Nabung, Bakul Gethuk Asal Nganjuk Berhaji

/Labbaikallahumma Labbaik… Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah./

SENYUM mengembang di bibir Sujinah (60), saat berkisah tentang perjuanganya hingga bisa berangkat haji. Selasa (01/08/2017) , Sujinah baru pulang jamaah shalat Dzuhur di Masjid Nabawi.

Dia tiba di Madinah pada Minggu, 30 Juli 2017,  kini tengah menjalani shalat Arbain atau shalat berjamaah sebanyak 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.

Sambil antri lift untuk kembali ke kamar hotel, jamaah yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) ini kembali merenda ingatan tentang kehidupan puluhan tahun silam.  

“Saya mendaftar dari tahun 2010, dan tujuh tahun berangkat. Alhamdulillah,” kata Sujinah mengawali kisahnya di Hotel Mawaddah Annur, tempat dia dan rombongannya tinggal seoerti dikutip MCH.

Sujinah berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Berhaji sudah menjadi cita-citanya sejak lama, meski dia sadar dirinya bukan orang mampu. Karena itu dia harus menabung, menyisihkan sebagian hasil kerja jualan gethuk di pasar tradisional Primbon, Nganjuk.

Sedikit demi sedikit, uang itu ditabung hingga  waktu sampai 10 tahun. Maklum, sebagai penjual gethuk, tiwul dan makanan tradisional berbahan dasar singkong ini penghasilannya tidak seberapa,  juga tidak menentu. Namun, Sujinah berusaha istiqamah menabung.

Uang hasil jualan sebagian ditabung, sisanya untuk makan. Kadang ia setor ke bank dua pekan sekali sebesar Rp 200 ribu. “Setorannya tak menentu, tergantung hasil jualan dapat berapa,” katanya.

Sujinah pun pantang menyerah, meski harus bekerja seorang diri karena suami meninggal 15 tahun silam. “Anak saya satu, perempuan. Alhamdulillah sudah menikah dan punya anak tiga. Jadi cucu saya ada tiga, lucu-lucu,” kenangnya.

Sepuluh tahun uang tabungan terkumpul sudah cukup. Sujinah pun mendaftar haji pada tahun 2010. Tujuh tahun menunggu, kini dia telah menginjakkan kakinya di Tanah Suci, Madinah Al-Munawwarah.

Jaraknya semakin dekat dengan Kota Kelahiran Nabi, Makkah Al-Mukarramah. Rasa syukur pun membuncah karena  harapannya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima semakin terbayang nyata  di puncak haji, Wukuf di Arafah nanti.(d2/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini