oleh

11 Sekolah di Gresik Peroleh Piala Adiwiyata

Gresik Detakpos – Sebanyk 11 sekolah di Gresik, Jawa Timur, memperoleh piala adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup.  Penerimaan piala adiwiyata dilaksanakan di Auditorium Gedung Manggala Wana Bakti Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

 Tambahan koleksi yang diterima Kabupaten Gresik yaitu 11 (sebelas) Piala Adiwiyata merupakan yang terbanyak dari seluruh Kabupaten Kota.

Sekolah penerima adiwiyata tersebut yaitu SDN 1 Menganti, SDN 2 Tlogopatut Gresik, SDN Sidorukun Kebomas, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdhlatul Ulama (NU) Assa’adah, MI Al Ma’arif Sukomulyo Manyar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kebomas, SMPN 2 Menganti, Madrasag Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gresik, SMA Negeri 1 Gresik, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik dan MAN 2 Gresik.

 Dalam Kesempatan mendampingi para Kepala Sekolah menerima piala Adiwiyata tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Sekolah yang berwawasan lingkungan dan telah mengharumkan nama Gresik terutama dalam meraih penghargaan.

Dia berharap agar dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata ini akan memberi semangat kepada semua sekolah di Gresik serta masyarakat Gresik untuk lebih mencintai kebersihan lingkungan.

“Penghargaan Adiwayata ini tak hanya sebagai simbol. Tapi harus disertai tanggung jawab untuk semua warga sekolah untuk menciptakan lingkungannya dan berperilaku sesuai kaidah yang cinta lingkungan dan kebersihan,” ungkapnya.

Tentang penerimaan penghargaan Adiwiyata Kepala Bagian Humas dan protocol Suyono mengatakan, bahwa saat ini Gresik sudah mengkoleksi 20 Adiwiyata Nasional dan 19 piala adiwiyata mandiri Nasional. 

Kualifikasi penerima Penghargaan Nasional Adiwiyata ini yaitu Sekolah tersebut sudah pernah memenangkan penghargaan Adiwiyata di tingkat Kabupaten maupun Pro vinsi.

“Kasek pada sekolah yang bersangkutan setidaknya harus pernah mengeluarkan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Punya kurikulum khusus yang berbasis lingkungan, ada kegiatan partisipatif berbasis lingkungan, serta punya sarana prasarana sekolah yang berorientasi lingkungan,” kata dia. (*/sdm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini