oleh

187 Korban Gempa Banjarnegara Periksa Kesehatan

BanjarnegaraDetakpos – Sebanyak 187 jiwa warga Banjarnegara, Jawa Tengah, yang menjadi korban gempa memeriksakan kesehatan di empat pos pelayanan kesehatan.

“Rata-rata warga korban gempa menderita  penyakit darah tinggi, diare dan psikis,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam release tertulis yang diterima detakpos di Bojonegoro, Sabtu (21/4).

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan makan bagi pengungsi dan relawan di dapur umum yang ada di empat lokasi bisa menyediakan makanan siap saji 3.500 bungkus/hari.

“Untuk pembersihan material rumah dilaksanakan dengan berkordinasi pemilik rumah,” ujarnya.

Sesuai rencana, lanjut dia, untuk pembangunan kembali kelayakan tapak tanah rumah sebelumnya dan lahan untuk relokasi menunggu hasil kajian. Sambil menunggu pembangunan kembali rumah maka direncanakan membangun hunian sementara untuk 445 KK.

Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Tim Reaksi Cepat BNPB masih di lokasi bencana untuk mendampingi BPBD Banjarnegara dalam penanganan darurat.

BNPB telah memberikan bantuan dana operasional aktivasi posko tanggap darurat sebesar Rp250 juta kepada BPBD Banjarnegara. Selain itu juga mengirimkan bantuan logistik berupa 1.000 paket sembako, 1.000 paket “family kit”, 1.000 selimut, 1.000 paket lauk pauk, dan 500 paket kids ware.

Bantuan BNPB sebelumnya untuk BPBD yang berada gudang juga terus disalurkan kepada masyarakat.Sebanyak 641 personil dari tim gabungan dari BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD (Dinsos, Dinkes, Satpol PP,  Dishub dan lainnya), relawan, ormas  dan unsur masyarakat terus membantu penanganan darurat.

Lebih lanjut ia menjelaskan kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain makanan (air mineral, beras, minyak goreng, lauk pauk, kertas minyak, sayur mayor), perlengkapan tidur (alas tidur, selimut), peralatan mandi, sabun deterjen, gas LPG.

Lainnya pembalut untuk orang dewasa dan anak, dan terpal.Gempa susulan dengan intensitas kecil masih terjadi beberapa kali. Tidak ada kepanikan masyarakat.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Tidak terpancing pada berita-berita yang tidak benar,” ucapnya. (*/d1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini