oleh

 AKBP Wahyu Sri Bintoro Jabat Kapolres Gresik

pewarta : Hadi

BojonegoroDetakpos-Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro akan menempati pos baru sebagai Kapolres Gresik, Jawa Timur.

sementara Kapolres Bojonegoro akan ditempari AKBP Ary Fadli yang sebelumnya menjabat di Mabes Polri.

Wahyu Sri Bintoro menenggantikan posisi AKBP Borowindu yang menempati posisi Kasubagmonev Bagponkopenten Robinkar SSDM Polri.

Demikian surat telegram Polri Nomor: ST/969/IV/KEP/2018.

”Aamiin amiin.”Subhanallah…. Alhamdulillah, terimakasih banyak atas doa, atensi dan dukungannya,” tulis Kapolres via WA, Minggu (8/4), ketika dikonfirmasi.

”Mohon doanya semoga diberikan, kemudahan, kesuksesan serta mendapat Berkah dan perlindungan dari Allah SWT…Aamiin YRA.”.


Sebelumnya Kapolres Bojonegoro mengatakan,  tugas Polri dalam menciptakan situasi yang kondusif menjelang digelarnya pesta demokrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran serta masyarakat.

Opini masyarakat yang terbentuk saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial, baik dari Facebook, Tweeter, WhatsApp, serta media sosial lainnya. Selain itu dengan menjamurnya berita-berita di media online abal-abal tidak dapat dipungkiri menjadi konsumsi masyarakat setiap harinya.

Dengan berbagai kemudahan yang didapatkan oleh masyarakat itu tentu sangat mengkhawatirkan, khususnya masyarakat yang langsung menelan mentah-mentah berita tidak benar alias Hoax.

Dengan kekhawatiran itu, Polres Bojonegoro, Jawa Timur, getol melakukan kampanye dan deklarasi anti Hoax, ujaran Kebencian, serta SARA di beberapa tempat dan instansi serta para komunitas di Bojonegoro.

Sabtu malam, (7/4) Polres Bojonegoro menggelar Deklarasi Akbar Anti Hoax di Alun-alun Bojonegoro. Acara itu dirangkai dengan Police Expo 2018 Polres Bojonegoro dengan menghadirkan band nasional, Repvblik, J-Rocks dan artis dangdut Cita-citata. Ribuan masyarakat yang hadir sepakat menolak berita Hoax yang akhir-akhir ini terus menyebar.

Deklarasi anti Hoax dilanjutkan Minggu pagi, (8/4) juga Alun-alun Bojonegoro. Sebelum deklrasi, masyarakat mengikuti jalan sehat yang dipimpin Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro, beserta seluruh anggotanya.


Sesampainya di finish, Kapolres Wahyu langsung melakukan deklarasi menolak keras berita Hoax yang diikuti peserta jalan sehat. Selain itu, juga membubuhkan tanda tangan penolakan berita Hoax.


“Kami imbau masyarakat agar pandai dan cermat dalam menerima berita di media sosial, tanyakan dulu kepada orang yang pertama kali membagi berita tersebut apakah itu berita nyata atau hanya sekedar cerita yang dikarang untuk kepentingan pribadi suatu golongan. Karena kalau langsung ditelan mentah-mentah imbasnya bisa menimbulkan fitnah hingga permusuhan,” ungkapnya.


Kapolres berharap, dengan getolnya kampanye anti berita hoax tersebut wilayah Bojonegoro selalu aman dan kondusif. Apalagi Bojonegoro akan melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) pada 27 Juni 2018 mendatang.


“Kampanye ini akan terus kami lakukan, karena biasanya menjelang Pilkada perang berita bohong serta fitnah di media sosial terjadi,” tandasnya.


Sebelum deklrasi akbar di Alun-alun Bojonegoro ini, Kapolres Bojonegoro juga sudah puluhan kali melakukan deklarasi penolakan berita Hoax, baik di lingkungan instansi pemerintah daerah, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, sekolahan hingga pondok pesantren.


“Berita Hoax dapat menimbulkan konflik antar suku ras dan golongan. Oleh karena itu akan terus kami perangi, sebagaimana instruksi dari Pak Kapolri,” tegasnya.

(d4)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini