oleh

Aktivis PMII Diajak Jadi Pelopor Islam Damai yang Penuh Kasih

Bangkalan-Detakpos-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus dapat menjadi pelopor Islam Rahmatan lil ‘alamin yaitu Islam yang penuh kasih dan damai.

“Di era globalisasi, PMII dengan ideologi Ahlus-Sunnah wal Jama’ah, (Aswaja) atau Sunni memiliki tugas besar dalam menjaga kedamaian baik intern maupun antar umat beragama,” terang Khofifah saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PMII se-Jawa Timur yang berlangsung di Bangkalan, Minggu (24/12).

Aswaja adalah konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, Islam, dan ihsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif.

“Kita tidak hanya memiliki tugas menjaga kedamaian Indonesia, tetapi tugas besar kita adalah menjaga dan memayungi dunia dengan Islam rahmatan lil ‘alamin. Yaitu Islam dengan cinta kasih bagi seluruh alam,” tuturnya.

Dihadapan kader PMII se-Jawa Timur, Khofifah yang kini juga tercatat sebagai Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar PMII, menyampaikan bahwa Gus Dur sebagai Agamawan yang juga  Negarawan dapat menjadi referensi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Saya rasa Gus Dur telah memberikan referensi terbaik dalam beragama, bermasyarakat,  berbangsa, dan bernegara. Pikiran-pikiran besar Gus Dur harus terus kita gali dan kita implementasikan bersama”, tegas Khofifah.

Ia menyebutkan sejumlah negara Islam yang tengah dilanda konflik di antaranya Pelestina, Suriah, Yaman, Mesir, Libya. Di sana, menurut Khofifah, tidak mudah ditemukan tokoh sentral yang menjadi rujukan jika ada perbedaan pendapat .  

Konsep Islam  rahmatan lil alamin menjadi penting untuk di desiminasikan kembali sehingga berbagai perselisihan yang bisa  mereduksi persaudaraan ( ukhuwah) bisa dihindari.

“Maka PMII dapat memberikan teladan dengan saling menghargai antara sesama intern dan  antar umat beragama, mengembangkan hidup rukun di tengah beragam perbedaan. Serta menjadikan perbedaan itu bukan sebagai sumber perpecahan melainkan menyadarinya sebagai keragaman, dan rahmat” terangnya.(d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini