oleh

Anggota Karang Taruna Bojonegoro Jangan Hanya Rekreasi

BojonegoroDetakpos – Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Dony Bayu Setiawan mengatakan anggota karang taruna di daerahnya jangan hanya rekreasi, akan tetapi mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI) untuk kegiatan bermanfaat.

“Anggota karang taruna jangan hanya rekreasi saja, juga hanya mengedarkan proporsal untuk kegiatan agustusan,” kata dia dalam kegiatan pelatihan teknologi informasi (TI) dan pengembangan laman desa di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Rabu (7/2).

Anggota karang taruna, lanjut dia, harus mampu bersinergi dengan jajaran desa, untuk menciptakan lapangan pekerjaan agar tidak menganggur.

“Jangan hanya bergantung kepada Pemerintah. Sebab, adanya proyek migas itu hanya sesaat,” ujar Donny yang juga Anggota DPRD dari PDIP itu.

Kepala Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Sukardi, sebelumnya menjelaskan pelatihan TI dan pengembangan laman desa, sebagai usaha meningkatkan kemampuan perangkat desa juga peserta lainnya sebagai usaha penguatan laman desa.

Pelatihan TI yang juga dikuti  Mahasiswa KKN dari UIN Sunan Ampel Surabaya, selama dua hari itu dengan mendatangkan nara sumber wartawan senior di Bojonegoro Koko Sudjatmiko dan Slamet AS.

Selain itu, juga ahli TI Dinas Kominfo Dedek, juga pegelola lama desa derumaju di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Iwan Siswoyo dan pengelola laman desa Desa Pejambon, juga di Kecamatan Suberrejo, Sufyan.

Menurut Sukardi, sebagian masyarakat di desa setempat tidak bisa terhubung sama sekali dengan internet kalau hanya mengandalkan telepon selular.

Oleh karena itu ia memasang jaringan wi-fi di empat dusun, agar warganya bisa memanfaatkan internet.”Karena ada jaringan internet wi-fi maka warga bisa berhubungan melalui “whatsApp”. Justru kalau berhubungan langsung dengan cara menelepon tidak terhubung,” kata dia menjelaskan. (*/d1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini