oleh

Balai Minta BPKP Menghitung Tegakkan Jati Bojonegoro

BojonegoroDetakpos – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung tegakkan jati di atas tanah Perhutani yang dibebaskan untuk lokasi Waduk Gonseng.

“Kami meminta bantuan BPKP untuk menghitung nilai tegakkan kayu jati di atas tanah kawasan hutan yang dimanfaatkan lokasi Waduk Gonseng di Kecamatan Temayang,Bojonegoro,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo Pandji, Minggu (17/12).

Perhitungan BPKP itu, lanjut dia, untuk memastikan besarnya tegakkan jati yang ada di lokasi tanah Perhutani yang dimanfaatkan lokasi Waduk Gonseng.

Sebab, lanjut dia, berdasarkan perhitungan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro dalam memanfaatkan tanah lokasi kawasan hutan untuk Waduk Gonseng, besarnya untuk membayar tegakkan jati mencapai Rp178 miliar.

“Kalau sebesar itu ya berat, sama dengan “menenggelamkan” kami,” kata dia menjelaskan.

Selain itu harus membayar tegakkan kayu jati, lanjut dia, dalam pembangunan Waduk Gonseng juga harus merelokasi 323 kepala keluarga (KK) warga di Desa Papringan, Kecamatan Temayang.

Warga di desa setempat yang menempati tanah seluas  54 hektare, di antaranya 11 hektare tanah kas desa (TKD) memilih relokasi dibandingkan menerima penetapan harga tanah.
 
Pembangunan Waduk Gonseng di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan biaya Rp399 miliar dari APBN bisa selesai akhir 2019, tidak terganggu dengan proses relokasi warga Desa Papringan, yang menolak penetapan harga tanah.

“Biaya pembangunan Waduk Gonseng mencapai Rp399 miliar, belum termasuk membayar tegakkan jati dan biaya relokasi warga,” kata dia menjelaskan.

Data di  Balai Besar Bengawan Solo menyebutkan Waduk Gonseng merupakan bendungan timbunan batu zona inti tegak,dengan daya tampung 22,43 juta meter kubik.

Waduk yang memiliki luas genangan 433,19 hektare itu mampu mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare di daerah aliran irigasi.

Selain itu, Waduk Gonseng juga berfungsi sebagai pengendali banjir sebesar 2 juta meter kubik dan penyedia air baku sekitar 300 liter/detik. (*/d1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini