oleh

Banjarmasin Butuh Tiga Langkah Lagi Raih Kota Layak Anak

Banjarmasin-Detakpos– Menyambut kedatangan Wayang FCTC (Framework Convention on Tobacco Control), Warrior asal Banjarmasin mementaskan wayang  di Taman Kamboja, Banjarmasin, Minggu, (11/3).Pentas Wayang FCTC adalah bagian penting dalam rangkaian Estafet ke-15 Petualangan FCTC Warrior yang tiba di Banjarmasin awal Maret.

Melalui pentas wayang, dalang menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk memerangi rokok dan menolak menjadi target pemasaran industri rokok.

“Dengan menyuarakan pesan menolak rokok, kami mendukung pemerintah untuk melindungi anak Indonesia dari dampak konsumsi rokok dan paparan iklan rokok,” kata Gading Fajar Ramadhan,  warrior FCTC Banjarmasin.

 “Juga menjadi dukungan bagi Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mewujudkan Banjarman Kota Layak Anak tanpa iklan, promosi dan sponsor rokok,” tambahnya.Dalam pementasan wayang ini Warrior FCTC berkolaborasi dengan Forum Anak Kota Banjarmasin dan Youth Generation of Tobacco Control (YGTC).

Forum Anak adalah organisasi anak yang dibina  pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), untuk memenuhi hak partisipasi anak.

Sedang YGTC adalah organisasi pemuda di bidang sosialisasi dan aksi pengendalian tembakau. Kolaborasi Warrior FCTC, Forum Anak Kota Banjarmasin dan YGTC menghasilkan beragam acara.

Tak hanya pentas wayang, tapi juga pembacaan Deklarasi 10M berupa dukungan anak muda untuk Indonesia aksesi FCTC, konsultasi efektif berhenti merokok, beragam permainan, dan pengumpulan identitas untuk mendukung Indonesia aksesi FCTC.Ketua Forum Anak Kota Banjarmasin, Muhammad Fahmy Rheza, sangat senang dengan kolaborasi ini.

“Sejalan dengan komitmen Forum Anak Banjarmasin untuk mendukung Pemkot mewujudkan Banjarmasin Kota Layak Anak,” kata Rheza.

Saat ini, Banjarmasin baru meraih predikat Pratama, dan memerlukan tiga tahap lagi, yakni Madya, Nindya dan Utama, untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA). “Karena itu perlu dukungan penuh masyarakat untuk menjadikan Banjarmasin Layak Anak,” paparnya.

Menurut Rheza, target menjadi KLA masih terganjal keberadaan iklan rokok yang bertebaran di setiap sudut kota Banjarmasin. “Hasil monitoring yang dilakukan Forum Anak di Banjarmasin pada Mei-Juni 2017, menemukan sebanyak 590 iklan, promosi dan sponsor rokok, terdiri dari 57% iklan, 42% promosi dan 1% sponsor, dalam berbagai bentuk media promosi seperti spanduk, billboard, neonbox, stiker dan poster,” kata Rheza.

Banjarmasin menjadi kota ke-15 yang didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”.  Setelah Banjarmasin, Wayang FCTC akan diperjalankan ke kota Banda Aceh.(d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini