oleh

Bansos Non Tunai Sasar Keluarga Miskin di Perbatasan RI – Malaysia

Tanjung SelorDetakpos-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan keluarga miskin di wilayah perbatasan RI – Malaysia juga menikmati bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai.

“Tidak melulu perkotaan, wilayah perbatasan juga menjadi prioritas Kementerian Sosial,” ungkap Khofifah disela-sela penyerahan bantuan sosial non tunai di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Jumat, (6/10).

Di Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah dan Serawak Malaysia ini, kata Khofifah, Kementerian Sosial menggelontorkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp 48,2 miliar.

Khusus PKH Non Tunai sejumlah Rp15,9 miliar yang diperuntukkan bagi 8.455 keluarga. PKH Non Tunai tersebut menjangkau seluruh kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara yakni Semangat membangun Indonesia dari pinggiran kita wujudkan juga dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program-program strategis Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.Jumlah penerima Semangat membangun Indonesia dari pinggiran kita wujudkan juga dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program-program strategis terbesar berada di Kabupaten Nunukan sebanyak 2.904 keluarga.

Khofifah mengungkapkan, penyaluran secara non tunai di wilayah perbatasan RI – Malaysia ini adalah penegasan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Republik Indonesia.

“Semangat membangun Indonesia dari pinggiran kita wujudkan juga dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program-program strategis. Tidak lain untuk mewujudkan Indonesia sentris,” imbuhnya seperti dirilis Biro Humas Kemensos.Khofifah menerangkan, pemerataan jangkauan bansos non tunai hingga wilayah perbatasan adalah bagian dari strategi nasional keuangan inklusif. Kartu Keluarga Sejahtera adalah kunci bagi masyarakat di wilayah perbatasan memiliki akses dan menikmati fasilitas jasa keuangan yang di berikan oleh perbankan. “Selain diajarkan untuk menabung, secara tidak langsung masyarakat miskin terhindar dari bank plecit atau rentenir. Mereka pun bisa mengakses.(d2detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini