Branding Air Minum Kemasan PDAM

Perusahaan Daerah Air Minum  atau biasa dikenal dengan singkatan PDAM ini sudah seharusnya menyediakan air minum untuk masyarakat pelanggannya, bukan sekedar air bersih.

Kalau hanya menyediakan air bersih maka kualitas air PDAM tidak sesuai dengan kepanjangannya, sehingga nantinya terkenal dengan kepanjangan yang berbeda dari aslinya.

Tentunya harapan bahwa kualitas yang setara air minum inilah yang perlu dibuktikan dengan pengelolaan air yang lebih baik. Sekedar berkaca pada tulisan yang sebelumnya terkait revolusi mental dengan air minum kemasan produksi PDAM (3 Januari 2018) dalam hal penulis membahas visi masing-masing PDAM di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Air minum adalah standar produk yang seharusnya disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum. Selama ini PDAM hanya merasa cukup dengan mengalirkan air bersih saja, bukan air minum.

“Mind set” ini perlu diubah, bahwa PDAM harus bisa menyediakan air berkualitas air minum. Hal ini sudah dibuktikan oleh PDAM Kulon Progo, PDAM Sleman, PDAM Bantul, dan PDAM Kota Yogya.

Hasilnya adalah visi yang melekat pada masing-masing PDAM mencerminkan kinerja yang  sudah dicapai oleh masing-masing PDAM.

PDAM Tirta Binangun Kulon Progo sudah meluncurkan air kemasan dengan merek Airku pada tahun 2012. PDAM Sleman sudah meluncurkan air minum kemasan dengan merek Daxu pada 5 November tahun 2016.

PDAM Bantul sudah meluncurkan air minuman kemasan pada tanggal 20 Juli 2016 dengan merek Tirtadharma PDAM Bantul.

PDAM Tirta Marta Kota Yogyakarta sudah meluncurkan air minum untuk masyarakat di lima titik yaitu di depan kantor  PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Jl. W. Monginsidi No. 3 Yogyakarta, fasilitas yang sama sudah ditempatkan di beberapa lokasi strategis yaitu di trotoar Jalan Malioboro, di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy), serta di kompleks Balai Kota Yogyakarta.

PDAM Tirta Handayani Gunungkidul  bertekad untuk mengikuti dalam menyediakan air minum bagi masyarakatnya dengan mencari teknologi yang paling tepat.

Untuk Gunung kidul ini adalah peluang bisnis yang besar mengingat banyaknya wisatawan yang  ada di wilayah Gunung Kidul. Gunung Kidul sendiri memiliki semangat tinggi dalam mengejar prestasi.
   
Dalam tulisan ini akan dianalisis terkait strategi bisnis yang akan memberikan manfaat untuk perkembangan bisnis air minum bagi PDAM-PDAM daerah-daerah lainnya di Indonesia. Belajar dari pengalaman ketiga PDAM ini akan memberikan manfaat yang luar biasa.

PDAM yang akan dibahas dalam hal ini adalah PDAM yang sudah memiliki air minum dalam kemasan yaitu PDAM Kulon Progo, PDAM Sleman, dan PDAM Bantul. Ketiga PDAM ini luar biasa dan sudah seharusnya menjadi suri tauladan untuk PDAM lainnya.
   

Analisis Merek dan Strategi Pemasaran
Berikut ini adalah analisis merek dan strategi pemasarannya untuk PDAM Kulon Progo, PDAM Sleman, dan PDAM Bantul:

Produksi PDAM Kulonprogo merek Airku dengan analisis atas merek “bagus dan menjual dan langkah promosi yaitu promosi lebih gendar lewat pimpinan dan bupati sebagai ikon Kulonprogo.Langkah merebut pasar mulai Kota Yogyakarta, daerah basis mahasiswa yang membutuhkan air minum dengan jumlah banyak, serta daerah-daerah wisata dan wilayah Jateng. 

Produksi PDAM Sleman merek Daxu dengan alanisis atas merek bagus dan menjual dengan langkah promosi yaitu promosi lebih gencar lewa pimpinan dan bupati sebagai ikon Sleman. Langkah merebut pasar seluruh Kabupaten Sleman, kantor-kantor perusahaan swasta, hotel-hotel di Sleman, tempat-tempat wisata di Sleman.

PDAM Bantul dengan merek Tirtadharma PDAM Bantul dengan analisis atas merek terlalu panjang dan perlu dipilih nama merek yang lebih menjual, barangkali yang  lebih menjual seperti Miliku, Toyaku, Tirtaku, dan sebagainya. Untuk promosi lebih gencar dan agresif lewat pimpinan bupai sebagai ikon daerah Kulonprogo.

Langkah merebut pasar di seluruh instansi pemerintah dan swasta di Bantul dan melebarkan sayap ke wilayah-wilayah wisata daerah Gunungkidul.

Terkait pemilihan nama merek barangkali bisa mengikuti nama yang sudah lebih dahulu hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta, misalnya Airku, Daxu, hal ini nantinya akan memiliki dampak strategis karena mudah diingat dan mudah dikenal.

Masyarakat akan mengingat bahwa produksi air minum kemasan dengan akhiran ku adalah produksi air minum kemasan yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Produksi Air minum dalam kemasan oleh PDAM ini merupakan suatu revolusi mental, dengan mengubah paradigma mampu berproduksi secara nyata dalam hal memenuhi kebutuhan sendiri.

Inilah suatu praktik ekonomi kerakyatan yang sangat sederhana dan memiliki dampak sangat besar. Dampaknya adalah kemandirian pangan, peningkatan kesejahteraan, pendapatan asli daerah meningkat, dan bela negara dalam kemandirian daerah.

Produksi Air minum dalam kemasan oleh ketiga PDAM di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan air minum yang disediakan oleh PDAM Kota Yogyakarta ini merupakan hal yang luar biasa istimewa, sehingga sudah sepatutnya menjadi model praktik terbaik bagi PDAM seluruh Indonesia.

Praktik ekonomi kerakyatan seperti yang dilakukan oleh PDAM Kulon Progo, PDAM Sleman, PDAM Bantul, dan PDAM Kota Yogya bukan hal yang mudah. Butuh perjuangan dan komitmen yang luar biasa hebat dari pimpinan Kepala Daerah.
Kepala Daerah adalah bintang di daerah, sehingga sudah seharusnya memikirkan langkah-langkah strategis dan berdampak luar biasa bagi  revolusi mental mandiri dan sejahtera bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Bupati Kulonprogo merupakan pelopor dalam hal pengelolaan air minum PDAM yang berdampak pada kemandirian daerahnya. Langkah cerdas ini sudah seharusnya cepat untuk ditiru oleh daerah sekitarnya.

Sementara contoh praktik nyata kemandirian ekonomi kerakyatan di Daerah Istimewa Yogyakarta ini sudah sepatutnya segera  ditiru di Indonesia. Kepala Daerah sudah semestinya hadir dan berjuang untuk kemandirian daerahnya.

Kepala Daerah harus hadir dalam memproduksi kekayaan lokal, karena kehadiran dan semangat dari Bupati akan merupakan energi bagi perjuangan PDAM menyediakan layanan yang terbaik kualitasnya, yaitu standar air minum bukan sekedar air bersih. (*)

Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.
(Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Pengentasan Kemiskinan”
Kepala Pusat Penelitian LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta).

No. Hp. 085729671807  Email: srisuryaningsum@upnyk.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *