oleh

DPN ISRI: Aksi Kekerasan Ini Mirip Pola di Masa Orde Baru

JakartaDetakpos-Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia  (DPN ISRI ) mengutuk keras kejadian yang menjadi sorotan publik, yaitu tindakan kekerasan yang menimpa para pemuka agama, dibarengi berita-berita hoax.

Akibatnya menimbulkan iklim kecemasan, kecurigaan, ketidakpastian dan memecah rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

”Situasi ini berpotensi mengaburkan hasil capaian kinerja pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi berkeadilan melalui dana transfer daerah, khususnya dana desa dan dana perimbangan untuk membangun daerah termiskin, tertinggal dan terluar,”ungkap  Ketua Umum DPN ISRI  Moh MC Soenhadji di Jakarta, Sabtu (17/3).

Soenhadji menegaskan perlu segera dilakukan penegakan hukum agar motif apapun yang melatarbelakanginya dapat diketahui dan diselesaikan, karena hal ini sangat mengancam Kebhinnekaan, Persatuan dan kesatuan bangsa.

”Kami mengamati kejadian beberapa waktu ini mirip pola-pola kekerasan saat era orde baru. Terlebih di era digital saat ini berita begitu cepat tersebar secara luas melalui media sosial entah itu berita yang bersifat fakta ataupun hoax,”ungkap dia.Oleh sebab itu, menurutnya, dirasa penting ada panduan ideologi bagi masyarakat agar kritis dan mampu menyaring berita yang mempunyai nilai persatuan dan mana yang justru mengancam kebhinnekaan bangsa ini.”

Dalam situasi yang demikian, lanjutnya, persepsi masyarakat akan dibawa pada kondisi ketidakamanan dan ketidakstabilan politik dan keamanan akhir-akhir ini. Apalagi tahun 2018, menurutnya, menjelang perhelatan demokrasi rakyat di daerah atau Pilkada serta tahapan pemilu serentak baik legislatif, Presiden dan Wakil Presiden.

”Urgensi persatuan dan penguatan sistem keamanan semesta berencana yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri dengan pola gotong royong sebagaimana salah satunya sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sangat dibutuhkan,”tutur dia  

Dia juga meminta kepada pemerintah untuk membumikan Pancasila dan Budi Pekerti sejak pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi dengan metode yang disesuaikan dan relevan untuk zaman kekinian serta merevitalisasi budaya dan kearifan lokal dalam dunia pendidikan karena budaya adalah benteng Nasionalisme.

Soenhadji meminta kepada pemerintah dalam menjalankan program dan kegiatan yang menyentuh lingkungan paling terkecil yaitu Desa, RW, RT dan Keluarga dilakukan oleh para pendamping program pemerintah yang mempunyai dan/atau dibekali kapasitas pengetahuan Pancasila, agar Pancasila membumi dan bekerja pada lingkup masyarakat terkecil.

Meminta masyarakat khususnya anggota dan jajaran pengurus Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia untuk terus mendengar imbauan pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk saling toleransi, menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara.(d4)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini